16 Mei 2018 17:11 wib

Empat Pria Serang Polisi Di Pekanbaru Riau Dengan Samurai

ABC Radio Australia

Kepolisian Indonesia telah menembak mati empat pria bersenjata tajam yang menyerang sebuah markas polisi di Pekanbaru, Riau, Sumatera. Peristiwa ini menewaskan satu perwira dan merupakan serangan terbaru dalam rentetan serangan oleh anggota kelompok militan di Indonesia.

Poin inti:

  • Polisi mengatakan keempat pria pelaku penyerangan mendatangi halangan polda dengan mobil, sebelum melompat keluar dan menyerang petugas
  • Polisi belum menentukan identitas atau motif penyerang
  • Serangan ini terhadi menyusul beberapa pemboman di Surabaya dalam seminggu terakhir

Keempat lelaki itu menggunakan pedang samurai untuk menyerang petugas di markas polisi di Pekanbaru, Riau, Sumatra, kata Kabid Humas Mabes Polri, Irjen Polisi Setyo Wasisto.

Dia mengatakan keempat pria itu mengendarai mobil mereka ke halaman markas polisi sebelum keluar dari mobil dan melakukan serangan.

Dua petugas terluka sementara seorang lainnya tewas setelah salah satu pelaku mencoba melarikan diri dan menabrak petugas itu, katanya.

"Orang yang lolos telah ditangkap dan diamankan di kantor polisi Pekanbaru," kata Wasisto.

Setyo Wasisto mengatakan seorang wartawan yang berada di kantor polisi juga terluka setelah ditabrak mobil.

Sebelumnya, sebuah laporan internal polisi mengatakan salah satu dari orang yang tewas itu memiliki terduga bom yang diikatkan di tubuhnya.

Cuplikan gambar di TV menunjukkan seorang pria tergeletak di tanah dengan sebuah pedang panjang tergeletak di samping tubuhnya dan sebuah mobil berlapis baja yang ditempatkan di luar kantor polisi.

Para pelaku belum diidentifikasi dan apa motif penyerangannya juga belum ditentukan.

Rangkaian serangan setelah Surabaya

Serangan itu terjadi setelah serangkaian pemboman bunuh diri oleh anggota kelompok militan Islam yang menargetkan tiga gereja dan Mapoltabes Surabaya selama beberapa hari terakhir.

Pemboman bunuh diri, yang melibatkan keluarga dengan anak-anak kecil, dan ledakan di sebuah apartemen di mana militan diduga telah merakit bom telah menyebabkan sekitar 30 orang tewas, termasuk 13 orang yang diduga pelaku, kata polisi.

Serangan ini merupakan serangan yang terburuk di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia sejak pengeboman restoran yang dipenuhi turis di Bali pada 2005.


Polisi menduga serangan ini dilakukan oleh sel kelompok yang diilhami Negara Islam Jemaah Ansharut Daulah (JAD), sebuah organisasi payung pada daftar teroris Departemen Luar Negeri AS yang diduga telah menarik ratusan simpatisan ISIS asal Indonesia.

Dalam pesan yang disampaikan pada kantor berita Amaq, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Surabaya.

Setelah beberapa keberhasilan besar menangani militansi Islam sejak 2001, Indonesia telah mengalami kebangkitan serangan teror oleh kelompok militant Islam dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pada bulan Januari 2016 ketika empat pembom bunuh diri dan pria bersenjata menyerang area perbelanjaan di Sarinah, Jakarta.

Reuters/AP

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.


(ABC Radio Australia)

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018