Pengamat: Piala Dunia 2018 Bisa Redam Situasi Politik

Kautsar Halim - 11 Januari 2018 14:11 wib
Wesley Hutagalung (kiri) dan Yeyen Tumena (kanan). (Foto: Medcom.id/Kautsar Halim)
Wesley Hutagalung (kiri) dan Yeyen Tumena (kanan). (Foto: Medcom.id/Kautsar Halim)

Jakarta: Indonesia akan dihadapkan dengan sejumlah agenda politik di sepanjang 2018. Salah satunya adalah berbagai kegiatan Pilkada Serentak yang berlangsung di sejumlah daerah. 
 
Situasi politik itu tampaknya akan adem ayem. Sebab, ada perhelatan Piala Dunia 2018 yang diprediksi bisa meredam suhu politik yang sewaktu-waktu bisa memanas.

Hal itu diamini oleh dua pengamat sepak bola Wesley Hutagalung dan Yeyen Tumena. Wesley menjelaskan, pengaruh sepak bola di Tanah Air sangat besar sekali. Gara-gara pertandingan besar, sebuah momen krusial pun pernah mereda gara-gara sepak bola.

"Waktu kerusuhan 1998, Indonesia berduka karena kerusuhan. Tapi, itu bisa mereda karena terselenggaranya Piala Dunia. Kemudian, antusiasme besar juga ditunjukkan saat event Liga Champions dan Piala Eropa," kata Wesley dalam acara peresmian K-Vision sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2018, Rabu 10 Januari 2018.

Baca: 2018, Tahun Sepak Bola bagi Indonesia


Wesley menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara di dunia yang penduduknya paling antusias menyaksikan pertandingan sepak bola lewat layar kaca. Oleh karena itu, persatuan pun bisa lebih didapat lewat sepak bola.

"Selain Indonesia, ada Tiongkok dan India juga yang warganya sangat senang menyaksikan sepak bola," terang Wesley.

Sementara itu, Yeyen berpendapat bahwa bakal ada suporter dadakan saat Piala Dunia 2018. Pasalnya, event tersebut akan dimanfaatkan para calon untuk menggelar acara nonton bareng yang tujuannya adalah mencari simpati.

Baca: Tak Ada Pemenang dari Laga Chelsea vs Arsenal


"Saya prediksi di Piala Dunia 2018 ini bakal ada suporter kagetan. Jadi, akan ada salah satu kandidat kepala daerah yang tidak suka sepak bola, malah tahu-tahu gelar acara nonton bareng," kata Yeyen.

Masa kampanye Pilkada serentak dijadwalkan berlangsung pada 15 Februari - 23 Juni. Sedangkan Piala Dunia 2018 akan terselenggara pada 14 Juni - 15 Juli. Selain Pilkada, agenda Piala Dunia 2018 juga bentrok dengan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 15 - 16 Juni.

Tak ingin ketinggalan berita bola? Follow instagram kami @medcom_bola

Video: Hadapi Islandia, Milla Panggil 24 Pemain


(ASM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PIALA DUNIA 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-04-2018