Indra Sjafri Terkejut Indonesia Dibungkam Vietnam

Krisna Octavianus - 11 September 2017 18:28 wib
Indra Sjafri (Foto: ist)
Indra Sjafri (Foto: ist)

Metrotvnews.com, Yangon: Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri mengaku pertahanan anak asuhnya kurang maksimal saat kalah 0-3 dari Vietnam, Senin 11 September sore WIB. Dia mengaku tak menduga timnya bermain di bawah ekspektasi.

Indonesia yang mengandalkan trio Egy Maulana Vikri, Hanis Saghara, dan Saddil Ramdani di lini depan, sebenarnya tampil dominan. Menurut catatan Labbola, Indonesia mencatatkan ball possession hingga 79% di babak pertama dan 67% di babak kedua.

BACA: Lengah, Timnas U-19 Ditekuk Vietnam

Faktor kelengahan membuat Indonesia harus menunda tiket semifinal Piala AFF U-18. Mereka justru kecolongan gol pada menit akhir babak pertama dan babak kedua.

"Pertama, ini game di luar dugaan saya. Pertahanan dan organisasi pemain kurang maksimal," ujar Indra Sjafri usai laga, Senin (11/9/2017).

Sementara itu, lini depan timnas U-19 terlihat tanpa kreativitas karena tidak turunnya Feby Eka dalam laga ini. Padahal, dia mencetak hattrick dalam laga sebelumnya ketika membantai Filipina 9-0. Ternyata, sang pemain mengalami sakit demam.

"Feby Eka demam mendadak, jadi kita ubah rancangan permainan kurang beberapa jam tadi. Striker kurang maksimal makanya kita dorong Egy jadi striker di babak kedua. Babak kedua kita sudah berusaha semaksimal mungkin, namun anak-anak belum dapat membongkar pertahananan Vietnam," sambungnya.

BACA: Wenger Bantah Alexis Sanchez Kegemukan

Dengan kekalahan ini, Indonesia harus turun ke posisi dua klasemen sementara Grup B dengan koleksi enam poin, terpaut tiga angka dari Vietnam di puncak klasemen. Meski begitu, peluang untuk maju ke semifinal masih cukup terbuka mengingat Indonesia hanya akan menghadapi Brunei Darussalam di pertandingan terakhir, Rabu 13 September 2017.

 


(ACF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PIALA AFF U-19
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DUNIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017