DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Suporter Timnas Gelar Aksi #KoinUntukMilla di Depan Kemenpora

Rendy Renuki H - 14 September 2018 22:30 wib
Demonstran membentangkan poster bertuliskan nada dukungan kepada Luis Milla. (Foto: Medcom.id / Rendy Renuki)
Demonstran membentangkan poster bertuliskan nada dukungan kepada Luis Milla. (Foto: Medcom.id / Rendy Renuki)

Jakarta: Sekelompok suporter Timnas Indonesia menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jumat 14 September sore. Aksi yang dinamai #KoinUntukMilla itu digelar untuk mendesak Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) menyelesaikan tunggakan gaji pelatih Luis Milla Aspas.

Pelatih asal Spanyol itu urung kembali ke Tanah Air menukangi skuat Garuda usai berakhir Asian Games 2018. Isu permasalah tunggakan gaji yang santer disinyalir menjadi alasan Milla masih menggantung perpanjangan kontrak.  

Situasi itu membuat resah sekelompok suporter Timnas yang menamakan dirinya Masyarakat Pecinta Sepak Bola Indonesia (MPSI). Mereka menggelar aksi di depan kantor Kemenpora dengan membentangkan poster.

"Kami pendukung Timnas Indonesia yang mencintai sepak bola Indonesia kecewa dengan sikap PSSI yang menunggak gaji Milla. Ini mempermalukan Indonesia di mata dunia," kata Muhammad, perwakilan aksi kepada awak media.

Dia menyebut, PSSI serampangan menyiapkan Timnas. Berani mengontrak pelatih kelas dunia seperti Luis Milla, tapi Tak memikirkan kemampuan finansialnya.

"Memikirkan program jangka panjang dan menyiapkan finansial dengan matang, seharusnya tak perlu diajarkan lagi ke PSSI," sambungnya.

Karena kinerjanya amatir, dia melihat output yang dihasilkan pun berakibat memalukan seperti saat ini.

"PSSI, induk federasi sepak bola kita memberikan contoh buruk kepada klub-klub sepak bola di Indonesia, (yakni) menunggak gaji pelatih," tandasnya.

Karena itu, dia bersama rekan-rekannya berusaha untuk menggalang gerakan #KoinuntukMilla agar bisa segera menyelesaikan tunggakan gaji.

"Koin untuk Milla ini mendesak, karena Ketua umumnya sudah tidak peduli," terangnya.

Pernyataan itu dilontarkannya karena merasa PSSI berusaha menutup-nutupi masalah tersebut.

"Lihat saja, saat ditanya awak media, Ketua PSSI Edi Rahmayadi bilang itu bukan urusan kamu, ini justru urusan Indonesia, saya pikir juga urusan wartawan," tegasnya.

Karena itu, dia berharap pemerintah bergerak dan mengingatkan PSSI. Martabat Indonesia, lanjut dia, sedang dijatuhkan oleh sikap wanprestasi otoritas sepak bola tanah air tersebut.

Video: Preview Tottenham vs Liverpool: Momentum Jegal Tren Positif Klopp
 


ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIMNAS INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA INDONESIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 23-09-2018