Polisi: Kerusuhan Suporter Hanya karena Salah Paham

Daviq Umar Al Faruq - 16 April 2018 01:58 wib
Saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Foto: Daviq/Medcom)
Saat terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Foto: Daviq/Medcom)

Malang: Kapolres Malang AKBP, Yade Setiawan Ujung mengatakan aksi kerusuhan yang melibatkan ribuan oknum suporter pada laga antara Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu 15 April 2018, berawal dari sebuah kesalahpahaman.

"Sebenarnya salah paham saja. Aremania kecewa dengan keputusan wasit, salah satunya karena kartu merah. Hal itu kemudian membuat beberapa suporter dari tribun merangsek masuk ke dalam lapangan," katanya di sela-sela melakukan pengamanan.

Wasit pada laga tersebut adalah Handri Kristanto. Emosi para suporter memuncak setelah Handri memberikan kartu merah kepada pemain Arema FC, Dedik Setiawan usai pemain bernomor punggung 27 tersebut melanggar pemain Persib, Ardi Idrus pada menit ke-77.

Ujung menambahkan sebanyak 1.375 personel gabungan TNI-Polri telah disiagakan untuk mengamankan kerusuhan tersebut. 

"Kewajiban kita untuk melakukan pengamanan kepada pemain, wasit dan seluruh ofisial tim dari kedua belah pihak. Alhamdulilah saat ini sudah kondusif," jelasnya.

Meski begitu, para pemain serta official tim Persib Bandung masih berada di dalam stadion hingga kondisi berjalan kondusif. 

"Iya mereka masih di dalam stadion. Nanti tetap dikawal pengamanan selanjutnya. Tadi berangkatnya pemain sesuai protokol sudah dikawal oleh barakuda, nanti pulangnya juga dengan barakuda," bebernya.

Pantauan Medcom.id, para pemain dan official Persib terlihat keluar dari stadion pada pukul 22.45 WIB.

Sementara itu, Ujung mengaku pihaknya masih belum memiliki data pasti jumlah korban yang berjatuhan atas kejadian ini. 

"Belum ada laporan korban. Banyak suporter lain yang kena lemparan botol Aqua. Ada beberapa yang lari kemudian terinjak. Tetapi sebagian sudah masuk ke ambulans," pungkasnya.

 


(KRS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LIGA 1 INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA INDONESIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018