Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Setelah Surakarta, Giliran Candra Kirana Kediri Maju

Rizki Yanuardi - 11 Juli 2018 21:46 wib
Laga antara Putri Surakarta (biru) dan Jakarta 69 (putih) tahun lalu-(Istimewa)
Laga antara Putri Surakarta (biru) dan Jakarta 69 (putih) tahun lalu-(Istimewa)

Surakarta: Dukung kampanye sepak bola putri di tanah air, Pemerintah Kabupaten Kediri lewat Putri Candra Kirana mengajukan diri jadi tuan rumah turnamen antarklub sepak bola putri Indonesia, Bengawan Cup IV 2018.

Bengawan Cup merupakan sarana kampanye sepak bola wanita yang diprakarsai komunitas Kaukus Anak Gawang sejak 2014. Bersama klub dari berbagai daerah, Stadion Sriwedari di Surakarta, jadi titik kumpul kampanye setiap akhir tahun.

Meski bergulir mandiri, ajang ini selalu mendapat dukungan dari pemerintah lewat Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta tidak ketinggalan juga dukungan dari otoritas tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI.

Baca juga: Perkiraan Formasi Kroasia vs Inggris

“Dalam rangka mendukung kampanye sepak bola wanita di tanah air yang sudah tiga tahun terakhir dijalankan KAG lewat Bengawan Cup 2015, 2016, dan 2017, kami berkeinginan mengajukan diri jadi tuan rumah Turnamen Antarklub Sepakbola Putri - Bengawan Cup IV 2018,” ujar Ronny Halawane, Ketua Harian, Candra Kirana FC, juara Pertiwi Cup 2018 regional Jatim, lewat suratnya.

Menyikapi surat pengajuan tersebut, Achmad Jaenuri, Koordinator Program KAG merespons positif. Bukan semata-mata untuk kepercayaan yang diberikan, tapi juga untuk komitmen yang diperlihatkan Pemerintah Kabupaten Kediri, khusus Putri Candra Kirana kepada sepak bola wanita di tanah air.

“Sejak awal, bersama Putri Surakarta dan juga Pemerintah Kota Surakarta, kami mencoba membangun komunitas di Bengawan Cup dengan semangat bersama-sama, untuk mendorong sepak bola putri di Indonesia. Kami memiliki harapan, semangat ini juga bisa menular ke daerah lain,” jelas Jaenuri.

Baca juga: Prediksi Juara Piala Dunia 2018 Versi 'Ronaldinho'

Untuk memastikan semangat tetap terjaga, menyikapi surat pengajuan tuan rumah yang dilayangkan Putri Candra Kirana FC, KAG akan intens berkomunikasi dengan seluruh pihak untuk memastikan niat baik yang sudah ada tetap terjaga.

“Sebenarnya, bukan hanya untuk agenda 2018, untuk musim 2019 juga sudah ada yang mengajukan secara lisan. Tapi secara formal, baru surat dari Putri Candra Kirana yang sudah masuk ke kami. Sebelumnya terima kasih, semoga niat baik ini, bisa berjalan mulus, demi sepak bola wanita di tanah air yang lebih baik,” lanjutnya.

Sudah bergulir tiga musim, tercatat beberapa komunitas klub putri lahir di Bengawan Cup. Dari Putri Surakarta, lanjuta Garda Siliwangi dan Putri Siliwangi FC Sukabumi, beberapa tim putri juga debut resmi di ajang ini.

Seperti Persijap Kartini, atau terakhir Football Plus Bandung dan Jakarta 69 yang dilatih oleh legenda Timnas putra Indonesia, Rochi Putiray. “Setelah tiga tahun fokus di Jawa, kami ada rencana, tahun ini mulai melibatkan klub dari luar pulau Jawa. Beberapa komunikasi juga sudah mulai kami bangun,” tutup Jaenuri.

Di luar semangat kebersamaan untuk sepak bola putri yang terus tumbuh seiring perjalanan Bengawan Cup, di tiga pelaksanaan terdahulu, tampil juara secara beruntun adalah klub senior asal Sleman, Putri Mataram.

Video: Perkiraan Formasi Kroasia vs Inggris
 


(RIZ)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BOLA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA INDONESIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-07-2018