Manajemen Persita Sudah Ajukan Laporan Terkait Kerusuhan Suporter

Krisna Octavianus - 13 Oktober 2017 18:29 wib
 Maskot Persita Tangerang Mat Peci bersama para pendukung dalam peluncurannya di The Breeze, BSD City, Tangerang, Banten, Senin (17/4). (MI/Susanto)
Maskot Persita Tangerang Mat Peci bersama para pendukung dalam peluncurannya di The Breeze, BSD City, Tangerang, Banten, Senin (17/4). (MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Tangerang: Direktur Persita, Azwan Karim mengungkapkan sudah memproses aduan kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) terkait kerusuhan suporter yang menewaskan satu orang. Soal hukuman, Azwan menegaskan bakal menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib.

Sebelumnya, suporter Persita Tangerang Banu Rusman meregang nyawa karena terlibat bentrok dengan suporter PSMS Medan di Stadion Mini Persikabo, Cibinong, Bogor, Rabu 11 Oktober lalu. Banu diduga menjadi korban penganiayaan oknum suporter PSMS yang didominasi anggota TNI.


Klik: Manajemen dan Fans Minta Penganiaya Banu Diproses Hukum


Pihak Persita kemudian bergerak cepat dengan membuat laporan kepada PSSI dan PT LIB terkait masalah yang terjadi. Azwan, pria yang pernah menjabat sebagai Sekjen PSSI ini berharap masalah ini bisa menemui titik terang. "Kami sudah memproses aduan, karena secara hierarki kami berada di sepak bola, maka kami laporkan ke PSSI dan PT Liga Indonesia Baru," ujar Azwan kepada Metrotvnews.com saat dihubungi lewat sambungan telepon, Jumat (13/10/2017).


Klik: Bek Milan Waspadai Perisic


Azwan tidak mau berandai-andai jenis hukuman apa yang nantinya dikeluarkan oleh PSSI. Tapi menurutnya, hal ini sudah tidak lucu lagi mengingat anggota TNI pernah bentrok juga dengan suporter dalam laga Persegres Gresik United vs PS TNI pada Mei lalu.

"Saya rasa sesuaikan dengan hukum dan aturan yang berlaku di sepak bola juga ada aturan yang berlaku baik manual maupun komisi disiplin dan seterusnya, itu dilaksanakan sesuai dengan itu. Kami ingin ada perhatian lebih mengenai kejadian kemarin," sambungnya.

"Kalau masalah hukum, saya serahkan kepada yang punya otoritas. Kalau hierarki sepak bola, kami ikuti jalur hukum sepak bola saja," tambahnya.

Pertama kali kabar meninggalnya Banu Rusman disampaikan oleh pihak Persita lewat akun instagram resmi klub. Pria 17 tahun itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Otak Pusat Nasional, Cawang, Jakarta Timur.

 


(KAU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LIGA 2 INDONESIA 2017
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA INDONESIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 11-12-2017