Babak Delapan Besar Liga 2 Ditunda

Krisna Octavianus - 13 Oktober 2017 18:23 wib
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perhelatan babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2017, diputuskan ditunda. Hal itu dikemukakan Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Tigor Shalom Boboy di Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Sejatinya babak 8 besar digelar mulai 19 Oktober nanti. Namun diputuskan ditunda karena berbagai kejadian kekerasan yang terjadi di Liga 2. Puncaknya, satu orang suporter Persita meninggal dalam kericuhan yang terjadi dalam laga terakhir fase grup babak 16 besar antara Persita vs PSMS Medan.

Penundaan dilakukan agar Liga 2 berlangsung kondusif sampai final. PT LIB juga berencana mengundang klub peserta babak delapan besar duduk bersama membicarakan pelaksanaan kelanjutan kompetisi Liga 2.

Baca juga: Panpel Persija Antisipasi Jakmania Soal Keributan Suporter

"Ya, menyikapi semua yang terjadi PT LIB akhirnya memutuskan menunda semua pelaksanaan babak delapan besar. Itu akan kami follow-up kepada PSSI, mengkoordinasikan dan mengevaluasinya. Kemudian juga pekan depan kami akan undang seluruh manajer klub untuk rapat dengan agenda memutuskan ke depannya, seperti apa terkait pelaksanaannya. Kemungkinan Ketum PSSI juga hadir," ujar Tigor kepada wartawan.

"Jadi, kami tidak fokus di partai final dan perempat final saja ya. Karena tensinya makin lama makin tinggi juga dan kami butuh komunikasi juga dengan klub," lanjutnya.

Soal tempat berlangsungnya babak delapan besar, Tigor mengungkapkan masih akan membuka bidding sampai 14 Oktober. Sejauh ini, dia juga mulai memikirkan menggelar babak delapan besar di tempat netral untuk meminimalisasi keributan.

Baca juga: Menpora Serahkan Sepenuhnya Kasus Suporter Tewas kepada PSSI

"Persis Solo, Persebaya, PSMS, juga mengajukan diri sebagai tuan rumah dan kami buka sampai 14 Oktober. Tapi karena ada kejadian ini bisa saja opsinya ke tempat netral. Kita lihat Persebaya punya kasus juga kemarin dan kami lihat itu sebagai pertimbangan," pungkasnya.

Awan duka, Rabu 11 Oktober 2017 lalu, kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Seorang suporter Persita tewas usai partai Persita vs PSMS Medan. Dalam laga yang dimenangkan PSMS itu, sekelompok suporter Persita yang tidak terima memasuki lapangan. Bentrokan meluas hingga ke luar Stadion Mini Cibinong, Kabupaten Bogor, hingga menewaskan fans Persita, Banu Rusman.

Video: Bhayangkara FC Terancam tak Bisa Maju ke Level Asia
 


(RIZ)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BOLA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA INDONESIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-10-2017