DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Piala Dunia 2014: Neraka Brasil di Rumah Sendiri

A. Firdaus - 13 Juni 2018 15:19 wib
Para pemain Brasil tertunduk usai dibantai 1-7 oleh Jerman (Foto: Ist)
Para pemain Brasil tertunduk usai dibantai 1-7 oleh Jerman (Foto: Ist)

Sepak bola kembali ke rumah spiritual. Itulah yang terlintas jika kita bicara Piala Dunia yang digelar di Brasil.

Sebab di negara ini muncul pemain-pemain bertalenta magis. Sebut saja Pele, Ronaldo, Ronaldinho, Kaka, hingga Neymar da Silva Jr. Mereka adalah pemain yang memiliki 'daya magis' di dunia sepak bola.

Perhelatan kali ini juga menandai pertama kalinya Piala Dunia dipentaskan di Amerika Selatan sejak Argentina menjadi tuan rumah pada 1978.

Sebagai tuan rumah, Brasil jelas difavoritkan sebagai juara. Tapi Selecao dinaungi bayang-bayang masa lalu, di mana mereka kalah pada final Piala Dunia 1950 oleh Uruguay di Rio. Kekalahan yang masih ada di benak mayoritas fan Brasil, meski kejadian itu telah tejadi 60 tahun yang lalu.

Klik di sini: Griezmann Belum Mau Beberkan Masa Depannya

Tak hanya itu, pada persiapannya, Piala Dunia 2014 juga diwarnai beberapa aksi protes dari rakyat Brasil. Para pendemo menentang negara mereka untuk menggelar turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, lantaran kecewa dengan penggunaan pajak yang mereka bayar dihabiskan buat persiapan Piala Dunia 2014.

Neraka Selecao di Belo Horizonte
Sebagai tuan rumah dan favorit juara, Brasil memang mengawali turnamen ini dengan mulus. Mereka lolos ke fase knock out dengan status juara grup.

Tapi memasuki sistem gugur, pasukan Luiz Felipe Scolari mulai mendapatkan kesulitan. Mereka hanya menang lewat drama adu penalti oleh Cile pada fase 16-besar. Kemudian mereka menaklukkan Kolombia dengan skor tipis 2-1 pada perempat final.

Konsistensi Brasil mulai rapuh ketika Neymar dan kawan-kawan harus berhadapan dengan Jerman pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Mineiro, Kota Belo Horizento.

Tanpa ampun Brasil dibuat malu oleh Jerman di depan puluhan ribu suporter mereka, ketika tujuh gol bersarang ke gawang Julio Cesar. Skor 1-7 mengakhiri perjalanan Tim Samba di Piala Dunia lebih dini, sekaligus menutup mimpi mereka merebut gelar keenam mereka di turnamen ini.

Klik di sini: Menengok Euforia Piala Dunia di Suriah

Kekalahan yang mematahkan 62 pertandingan beruntun tak terkalahkan Brasil dalam pertandingan kompetitif. Masih belum pulih dari rasa malu, Brasil juga harus kalah pada pertandingan tempat ketiga oleh Belanda beberapa hari kemudian.

Jerman Menaklukkan Amerika Selatan
Jerman yang akhirnya ke final, menantang Argentina pada laga yang berlangsung di Stadion Maracana, 13 Juli 2014.

Jerman pun menggemparkan dunia sepak bola, lantaran mereka mampu meraih kemenangan lewat gol tunggal Mario Goetze pada perpanjangan waktu.

Raihan Jerman ini terasa istimewa, lantaran ini untuk pertama kalinya negara Eropa mampu mengangkat trofi di tanah Amerika Selatan.

Kemenangan ini juga melanjutkan dominasi Eropa, di mana dalam tiga Piala Dunia terakhir selalu dijuarai oleh negara dari Benua Biru, (Italia juara dunia 2006 dan Spanyol juara dunia 2010).

Fakta Menarik Piala Dunia 2014
-Pemain terbaik jatuh ke tangan Lionel Messi, tapi justru James Rodriguez lah yang memiliki pengaruh besar di Brasil. Dia mencetak enam gol dan membantu Kolombia mencapai perempat final untuk pertama kali dalam sejarah.

-Belgia menang 2-1 atas Amerika Serikat pada 16-besar. Ini kekalahan yang dianggap lebih baik oleh Amerika, pasalnya Belgia bisa saja menang dengan skor lebih banyak andai tak dikawal Tim Howard. Mantan kiper Everton ini membuat 16 kali penyelamatan pada laga ini.

-Sebagai juara bertahan Piala Dunia, Spanyol datang ke turnamen sebagai salah satu favorit. Tapi La Roja justru membungkuk dengan malu setelah dipermak Belanda 1-5 pada partai pembuka. Mereka juga kalah 0-2 atas Cile untuk memastikan angkat koper lebih dini.

Dengan demikian, Spanyol mengikuti jejak Prancis 2002 dan Italia pada Piala Dunia 2010. Kedua negara itu merupakan juara bertahan yang harus gugul pada fase grup.

-Gigitan Luis Suarez di bahu Giorgio Chiellini merupakan insiden yang paling terkenal pada turnamen kali ini. Meski Uruguay mampu menang 1-0 atas Italia, Suarez harus mendapatkan larangan sembilan pertandingan. Sanksi yang tergolong paling lama dalam sejarah Piala Dunia.

-Teknologi garis gawang untuk pertama kalinya digunakan pada Piala Dunia di Brasil. Dengan sistem kontrol sasaran, ada 14 kamera berkecepatan tinggi yang digunakan.

Gol di pertandingan penyisihan grup antara Prancis kontra Honduras disahkan untuk pertama kalinya dengan menggunakan teknologi garis gawang.

-Miroslav Klose menjadi raja gol dalam sejarah Piala Dunia. Dia telah mencetak 16 gol pada pesta sepak bola terbesar ini. Eks striker timnas Jerman itu mencetak golnya dalam 24 pertandingan pada Piala Dunia 2002, 2006, 2010, dan 2014.

-Pada Piala Dunia 2014 juga diperkenalkannya water break. Peraturan ini diterapkan melihat suhu panas di Brasil. Water Break dapat dilakukan sesuai kebijakan wasit, yaitu pada 30 menit pertandingan berjalan.

-Selain itu, Piala Dunia 2014 ini juga terasa spesial karena untuk pertama kalinya para juara Piala Dunia semuanya tampil di Brasl. Mulai dari 1930 hingga 2010. Mereka adalah Argentina, Brasil, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Uruguay.

-Faryd Mondragon dari Kolombia menjadi pemain tertua yang pernah bermain di Piala Dunia (43 tahun tiga hari). Ia bermain ketika menghadapi Jepang.

-Honduras telah memainkan lebih banyak pertandingan tanpa kemenangan di Piala Dunia (tiga kali seri dan enam kali kalah), paling banyak dibandingkan negara mana pun.

Nestor Pitana Jadi Wasit Pertama yang Dibantu VAR



(ACF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PIALA DUNIA 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PD)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 18-10-2018