DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Piala Dunia 1970: Piala Dunia Meksiko Milik Pele!

Rizki Yanuardi - 12 Juni 2018 16:59 wib
Skuat Brasil di Piala Dunia 1970 (Istimewa)
Skuat Brasil di Piala Dunia 1970 (Istimewa)

Piala Dunia 1970 juga untuk pertama kalinya digelar di negara kawasan Amerika Utara atau di bawah konfederasi Concacaf. Maklum, sebelumnya piala dunia selalu digelar di negara Amerika Latin (Conmebol) atau Eropa (UEFA) saja. Kedua konfederasi itu bahkan bergiliran menjadi tuan rumah sejak turnamen pertama kali digelar pada 1930.

Kali pertama juga, pergantian pemain dilakukan di Piala Dunia 1970 Meksiko yang diikuti 16 negara itu. Saat itu baru dibatasi pergantian untuk dua pemain saja. Pun begitu dengan penggunaan kartu kuning dan merah manakala terjadi pelanggaran. Bisa dikatakan, Piala Dunia 1970 yang dihelat di lima kota di Meksiko lebih 'beradab' dibandingkan gelaran sebelumnya. 

Ya, sepak bola semakin menghibur dengan tidak banyaknya pemain bintang yang cedera. Flashback ke turnamen sebelumnya di Inggris pada 1966, bintang Brasil Pele kerap menjadi santapan pelanggaran sejumlah pemain. Bahkan, Pele ketika itu sempat berujar tidak akan mau lagi main di Piala Dunia.

Kembali ke turnamen. Sejumlah negara yang pada gelaran sebelumnya di Inggris tampil menjanjikan, kali ini tidak lolos. Sebut saja Argentina, Hungaria, Spanyol dan Portugal tidak lolos ke Piala Dunia 1970 Meksiko. Banyak torehan hebat di Piala Dunia kali ini.

Untungnya, Piala Dunia Meksiko tertolong dengan lolosnya juara bertahan Inggris dan Jerman Barat, finalis sebelumnya. Ada juga Brasil, dengan pemain bintang mereka, Pele, yang saat itu sudah berusia 30 tahun dan mengincar trofy Julies Rimet ketiganya. Total, Piala Dunia Meksiko diikuti 10 tim asal Eropa, dua tim Amerika Utara, satu tim Afrika dan tiga tim Amerika Latin.


Pele (istimewa)

Singkatnya, Brasil yang babak belur di Piala Dunia 1966 akhirnya keluar sebagai juara sekaligus raihan ketiganya. Brasil pun menjadi pemilik sah tropi Julies Rimet. Pada penyelenggaraan berikutnya, yakni di Jerman pada 1974 trofi Piala Dunia yang diperebutkan sudah berbeda.

Sejak penyisihan grup, Brasil yang masih diperkuat maestronya Edson Arantes do Nascimento atau Pele tampil meyakinkan. Brasil yang tergabung di Grup 3 menjuarai grup dengan raihan sempurna 6 poin. Di laga pertama, Pele dan kawan-kawan sukses menggebuk Cekoslowakia dengan skor 4-1. Gol Selecao dicetak Rivelino. Pelé dan dua gol dari Jairzinho.

Di laga kedua, juara dua kali Piala Dunia itu sudah ditunggu juara bertahan Inggris, yang dilaga pertama sukses mencatatkan kemenangan atas Rumania 1-0. Bertempat di Stadion Jalisco, Guadalajara, di hadapan 66.843 pasang mata, Pele sukses memimpin rekan-rekannya mengalahkan Inggris lewat gol semata wayang Jairzinho di menit 59.

Di laga terakhir penyisihan grup, meski mendapat perlawanan sengit tim Samba sukses menekuk wakil Eropa Timur lainnya, Rumania, dengan skor ketat 3-2. Pele mencetak dua gol sedangkan satu gol lagi kembali dicetak Jairzinho. Brasil lolos ke babak perempat final dengan nilai sempurna 6, diikuti Inggris sebagai runner up dengan nilai 4.

Di fase knok out ini, sudah menunggu sesama negara Latin, yakni Peru, yang tampil mengesankan di Grup 4 meski hanya sebagai runner up di bawah Jerman Barat. Dengan pemain mudanya Teofilo Cubillas, yang terpilih sebagai the young players di akhir turnamen, Brasil sepertinya harus melewati satu batu sandungan untuk terus melaju.

Dari Grup 1 yang lolos ke perempat final adalah Uni Soviet dan tuan rumah Meksiko (runner up). Sedangkan di Grup 2, yang lolos ke babak gugur ini adalah Italia dan Uruguay (runner up).

Kembali main di Guadalajara, 14 Juni 1970, laga Brasil vs Peru berlangsung sengit. Babak pertama, Brasil memimpin 2-1 lewat gol Rivelino dan Tostao. Sedangkan Peru membalas lewat gol Alberto Gallardo. 


Keterangan foto: Skuat Brasil di Piala Dunia 1970 dianggap skuat terbaik sepanjang Piala Dunia (Istimewa)

Di babak kedua, skuat Brasil, yang banyak dikatakan sebagai skuat terbaik sejak Piala Dunia digelar mulai membuktikan kelasnya. Tostao menjadi pembeda usai mencetak gol keduanya. Sempat ditipiskan lewat Cubillas, tim asuhan Mario Zagallo itu sukses menguburkan impian Peru lewat gol Jairzinho. Brasil ke semifinal usai menang 4-2.

Di laga lainnya, Jerman Barat lolos ke semifinal usai menekuk juara bertahan Inggris dengan skor 3-2. Kemenangan itu sekaligus ajang balas dendam untuk tim Panser, yang di final 1966 ditaklukkan dengan skor 4-2. 

Kala itu sempat terjadi kontroversi gara-gara tendangan Geoff Hurst yang mengenai mistar gawang, dan disahkan menjadi gol ketiga Inggris. Para pemain Jerman melakukan protes di saat skor masih 2-2 di babak perpanjangan waktu. Namun, wasit bergeming dengan keputusannya dan Inggris akhirnya juara Piala Dunia untuk kali pertama usai menang 4-2.

Dua semifinalis lainnya di Piala Dunia 1970 adalah Italia dan Uruguay. Italia yang juara 1934 dan 1938 sukses mengalahkan tuan rumah Meksiko dengan skor telak 4-1. Sementara, juara 1930 dan 1950, Uruguay sukses menyudahi perlawanan Uni Soviet dengan skor 1-0.

Semifinal Piala Dunia 1970 Meksiko akhirnya menempatkan empat negara yang pernah juara. Brasil yang juara Piala Dunia 1958 dan 1962 ditantang Uruguay (juara 1930 dan 1950). Sementara, juara dua kali Italia (1934 dan 1938) ditunggu tim Panser, yang juga juara di tahun 1954.

Di waktu bersamaan, laga semifinal digelar pada 17 Juni 1970. Brasil vs Uruguay berlangsung di Stadion Jalisco, Guadalajara. Sementara Italia vs Jerman Barat di Stadion Azteca, Meksiko City.

Brasil berhasil melewati tantangan Uruguay usai menang dengan skor meyakinkan 3-1. Gol tim Samba dicetak Clodoaldo 44', Jairzinho 76' dan Rivelino 89'. Uruguay padahal sempat memimpin lewat gol Luis Cubilla di menit 19.

Jerman Barat yang sukses menyingkirkan Inggris harus kalah dari Italia. Lewat perpanjangan waktu, Italia sukses menyingkirkan Gerd Mueller dan kawan-kawan dengan skor ketat 4-3. Di waktu normal kedua tim membagi skor 1-1. Italia unggul lebih dulu lewat Roberto Boninsegna di menit 8. Jerman Barat harus menunggu hingga menit 90 lewat gol Karl-Heinz Schnellinger.

Di perpanjangan waktu, kedua tim silih berganti mencetak gol. Tiga gol Italia dicetak Tarcisio Burgnich 98', Gigi Riva 104', dan Gianni Rivera 111'. Sementara dua gol tambahan Der Panzer dicetak oleh bomber mereka, Gerd Mueller di 94' dan 110'. Italia lolos ke final dan sudah ditunggu tim tersubur di turnamen, Brasil.

Final Piala Dunia 1970 Meksiko digelar di Stadion Azteca, Meksiko City, pada 21 Juni 1970. Brasil dan Italia di hadapan 107.412 pasang mata, berlomba menjadi yang terbaik. Kedua negara sama-sama mengincar trofi Julies Rimet untuk ketiga kalinya..


Pele merayakan golnya ke gawang Italia (Istimewa)

Dipimpin wasit Rudolf Gloeckner dari Jerman Timur, laga sepertinya bakal berlangsung seru. Pele membuka asa Brasil lewat golnya di menit 18'. Menerima umpan rekannya dari sisi kiri pertahanan Italia, Pele memenangkan duel udara dan menyundul bola hingga bersarang telak di sisi kiri gawang.

Italia merespons dengan gol Roberto Boninsegna di menit 37', Memanfaatkan kesalahan pemain Brasil, Boninsegna berhasil mencuri bola dan lolos sendirian. Bek dan kiper Brasil juga salah mengantisipasi sehingga bola liar lagsung diceploskannya ke gawang kosong. Hingga jeda skor tetap imbang 1-1.

Memasuki babak kedua, Brasil dan Italia silih berganti mendapat peluang. Baru di menit 66' Gerson sukses membawa Brasil unggul 2-1 lewat sepakan kaki kirinya di luar kotak penalti. Unggul dua gol di laga final, tim Samba terus memeragakan permainan cantik. Hasilnya, Jairzinho berhasil mengonversi umpan sundulan Pele menjadi gol ketiga Brasil di menit 71.

Pele kembali berperan pada gol keempat Brasil yang dicetak Carlos Alberto. Pele sukses memberikan umpan matang di saat Carlos Alberto berlari kencang di sisi kanan pertahanan Italia. Tanpa mengontrol lagi, Carlos Alberto langsung melepaskan tendangan keras ke sudut kanan gawang Italia yang dijaga Enrico Albertosi di menit 86. 

Hingga peluit panjang Brasil tetap mempertahankan keunggulan 4-1 atas Italia, sekaligus menjadi juara dunia ketiga kalinya. Brasil pun berhak memiliki trofi Julies Rimet selamanya, meski pada akhirnya trofi tersebut konon dicuri orang.

Banyak Inovasi di Piala Dunia 1970

Banyak inovasi baru diperkenalkan di Piala Dunia Meksiko pada 31 Mei hingga 21 Juni 1970. Meksiko dipilih FIFA pada Oktober 1964 dalam sidang di Tokyo, Jepang. Berikut catatan Piala Dunia 1970 Meksiko yang layak diketahui:

- Penemuan teknologi televisi berwarna di dunia, yang membuat siaran langsung Piala Dunia ke-9 ini banyak ditayangkan di sejumlah negara. Termasuk Indonesia dengan televisi nasional kebanggaannya, TVRI, yang menyiarkan seluruh pertandingannya ketika itu. 

- Pele menjadi pemain yang sukses main di tiga partai final Piala Dunia, sekaligus menjuarainya bersama timnas Brasil, yakni tahun 1958 ( di Swedia), 1962 (Cile) dan 1970 (Meksiko).

- Mario Zagallo, pelatih Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1970 Meksiko, adalah orang pertama yang sukses menjuarai Piala Dunia sebagai pemain (1958, 1962) dan sebagai pelatih (1970).

- Rekor Gerd Mueller yang mencetak 10 gol dari satu pergelaran Piala Dunia hingga kini belum terpecahkan. Di Piala Dunia 1970 itu Mueller sukses mencetak ke 10 golnya, masing-masing di babak penyisihan grup ke gawang Maroko (1), Bulgaria (3), Peru (3). Di perempat final, Mueller kembali mencetak gol ke gawang Inggris (1) dan ke gawang Italia (2) di semifinal.

Video: Gol Hakan Sukur Masih Jadi yang Tercepat
 


(RIZ)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BOLA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PD)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-10-2018