DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 14.332.438.005 (21 AGUSTUS 2018)

​Pengawasan Obat dan Makanan Harus Sejalan dengan Pembinaan

Dheri Agriesta - 16 Maret 2015 19:12 wib
Razia obat--Antara/Aniz Efizudin
Razia obat--Antara/Aniz Efizudin

Metrotvnews.com, Jakarta: BPOM akan fokus membidik sektor hulu produksi makanan dan obat karena banyaknya ditemukan penggunan zat kimia berbahaya. Karena itu, mereka ingin pembinaan dan pengawasan dapat sejalan di daerah.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparinga menyebut kerjasama lintas sektor akan dilakukan BPOM dan lembaga terkait di daerah. 

"Kita akan sampaikan ke pemerintah daerah bahwa regulasi masih belum cukup. Maka kelembagaan di daerah, pembinaan dan pengawasan harus seiring," kata Roy di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015).

"Dana untuk mengawasi seiring, SDM harus memadai. Ini masalah dasar, ini harapan kami untuk perlindungan masyarakat," terang di lebih lanjut.

Roy menyebut dari sisi penegakan hukum, BPOM akan terus aktif melakukan pengawasan dan melaporkan pelanggaran yang dilakukan produsen nakal. Selain itu setiap elemen masyarakat harus dilibatkan untuk menghentikan peredaran obat dan makanan berbahaya.

Sedangkan dari sisi pembinaan, edukasi terhadap masyarakat harus terus dilakukan. Kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan obat dan makanan berbahaya perlu diciptakan segera.

"Kita terus edukasi masyarakat agar mereka bisa melindungi diri mereka agar mereka juga tahu hak mereka. Pembinaan itu penting, apalagi kita mau menghadapi MEA," tandas Roy.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BPOM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PD)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 22-08-2018