DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Eriksson dan Ambisi Filipina

Alfa Mandalika - 02 November 2018 16:12 wib
Sven Goran Eriksson. (Foto: AFP/Johannes Eisele)
Sven Goran Eriksson. (Foto: AFP/Johannes Eisele)

REPUTASI Sven Goran Eriksson membuat Timnas Sepak Bola Filipina terpesona. Hal itu diungkapkan langsung oleh manajer tim Filipina Dan Palami.

"Dengan reputasinya, pengalaman, dan pengetahuannya, tidak diragukan dia (Eriksson) dapat membantu tim mencapai tingkat berikutnya," kata Palami.

Eriksson dilaporkan dikontrak selama enam bulan ke depan. Tugas perdana Eriksson ialah kejuaraan Piala AFF. Lalu dilanjutkan dengan perjuangan di Piala Asia tahun depan.

Keputusan Filipina memilih pelatih yang kenyang pengalaman di Eropa bahkan di dunia merupakan keputusan yang luar biasa. Sebelumnya, Filipina sempat memboyong pelatih Terry Butcher, yang merupakan eks kapten timnas Inggris. Akan tetapi, karena satu dan lain hal, Butcher tidak dapat melanjutkan kariernya bersama Filipina.

Filipina pun bergerak cepat dan akhirnya Eriksson diperkenalkan sebagai pelatih anyar. Nantinya, Scott Joseph Cooper akan membantu tugas Eriksson.

Perlu pembuktian di tim nasional
Jam terbang Eriksson sebagai pelatih jangan ditanya lagi. Pria yang sudah menginjak 70 tahun itu memulai kariernya di dunia pelatih pada 1977 atau 41 tahun lalu. Kala itu, dia melatih klub Swedia, Degerfors.

Namanya mulai diperhitungkan ketika berhasil membawa Benfica juara Liga Portugal pada 1982. Lalu, keberhasilannya berlanjut ketika membesut klub Serie A Italia.

AS Roma, Sampdoria, hingga Lazio pernah merasakan tangan dingin Eriksson. Bersama Lazio, Eriksson mempersembahkan gelar scudetto pada 1999 -- 2000, Coppa Italia hingga Piala Super Eropa.

Baca: Deretan Pelatih Tim Rival Indonesia di Piala AFF


Namun, kesuksesan Eriksson tidak terlihat ketika dia melatih tim nasional sebuah negara. Seusai melatih Lazio, Eriksson ditunjuk sebagai pelatih Timnas Inggris. Namun, tidak ada prestasi yang bisa diberikan Eriksson.

Padahal, kala itu timnas Inggris diperkuat nama-nama macam Steven Gerrard, Frank Lampard, Rio Ferdinand, David Beckham, dan John Terry.  Eriksson tidak bisa berbuat banyak di ajang Piala Dunia 2002, Piala Eropa 2004, dan Piala Dunia 2006.

Eriksson memimpin 67 pertandingan skuat Tiga Singa. Total, dia berhasil memenangkan 40 pertandingan, 17 kali hasil imbang, dan 10 kali menelan kekalahan. Persentase kemenangannya mencapai 59,7 persen.

Tidak hanya di Inggris, Eriksson juga kesulitan melatih Meksiko dan Pantai Gading. Alhasil, Eriksson kembali melatih klub pada 2010. Klub yang ia latih ialah Leicester CIty.

Setelah kebersamaanya dengan Leicester hanya bertahan satu musim, Eriksson sempat menganggur tiga tahun. Hingga akhirnya, dia melatih klub Tiongkok, Guangzhou R&F. Lalu, dia membesut Shanghai SIPG dan Shenzen FC.

Menanti sihir Eriksson
Keputusan Filipina merekrut Eriksson langsung mendapatkan sorotan. Tidak hanya dari media, tetapi pemain keturunan juga bersemangat dengan hadirnya Eriksson.

Pelatih berpaspor Swedia itu dijadwalkan tiba di Manila pada hari ini Jumat 2 November. Namun, sebelum Eriksson tiba, beberapa pemain keturunan Filipina yang tersebar di berbagai negara menyatakan minat untuk menjadi bagian dari timnas.

“Dengan masuknya Eriksson, saya mendapatkan pesan dari banyak pemain yang tertarik bermain untuk tim,” kata Palami seperti dilansir Inquirer.net.

“Ada pemain Filipina lainnya bermain di divisi yang lebih tinggi di Spanyol serta Amerika Selatan. Kami akan melihat dokumen mereka dan membuat keputusan. Saya pikir para pemain senang berada di bawah asuhan seseorang yang telah melatih David Beckham dan klub juara di Eropa," terang Palami.

Jelang turnamen, Eriksson tampaknya harus bergerak cepat. Sebab, dia harus mengenal para pemain yang ada dan mencoba menerapkan filosofi yang dia pegang selama menjadi pelatih. Belum lagi faktor adaptasi pemain yang mungkin belum terbiasa dengan gaya melatih Eriksson. 

Filipina juga tidak mempunyai sejarah bagus ketika tampil di Piala AFF.  Mereka tidak pernah mencapai babak final. Prestasi terbaik mereka ialah melaju hingga semifinal yang terjadi pada 2010, 2012, dan 2014.

Perhelatan AFF kali ini, Filipina tergabung di Grup B bersama Thailand, Indonesia, Singapura, dan Timor Leste. Filipina akan menghadapi Singapura pada laga perdana AFF pada 13 November. Akankah Eriksson bisa membantu ambisi Filipina menjadi raja di Asia Tenggara? kita tunggu saja.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Mimpi Indonesia U-19 ke Piala Dunia Kandas


(ASM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PIALA AFF
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SUDUT
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 11-12-2018