DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Benang Merah Jargon It's Coming Home Suporter Inggris

Rendy Renuki H - 09 Juli 2018 14:27 wib
Reaksi suporter Inggris saat laga perempat final kontra Swedia (AFP PHOTO / Lindsey PARNABY)
Reaksi suporter Inggris saat laga perempat final kontra Swedia (AFP PHOTO / Lindsey PARNABY)

We still believe, we still believe.. It's coming home, it's coming home, it's coming.. Football's coming home!


Sebait lirik ciptaan Ian Broudie, pentolan band britpop The Lighting Seeds yang dinyanyikan bersama penyiar Frank Skinner dan komedian David Baddiel kembali menggema di Piala Dunia 2018 Rusia.


Lagu berjudul The Three Lions itu kerap menggema di stadion, saat suporter Inggris mendukung Harry Kane cs bermain. Sejak mereka berjuang di fase grup, hingga kini menapaki semifinal pesta bola empat tahunan tersebut.

It's coming home bak mantra bagi fans Inggris untuk menyemangati tim asuhan Gareth Southgate di Rusia. Jargon yang seolah bermakna harapan agar bisa membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah mereka.
Maklum, Inggris kerap mengklaim negara penemu "si kulit bundar" pada 1863, yang juga telah disahkan FIFA. Meski pada kenyataannya jika ditelusuri lebih jauh, banyak negara yang lebih lama telah memainkan sepak bola, termasuk Tiongkok. 

Nyatanya, makna it's coming home itu salah. Jauh dari artian membawa pulang trofi Jules Rimet. Faktanya, saat lagu itu dirilis 22 tahun silam, Broudie, Skinner, dan Baddiel menciptakannya justru karena kegagalan Inggris di Piala Eropa 1996.

Klik: Inggris Hanya Beruntung Masih Ada di Piala Dunia


Inggris gagal mengulang sukses sebagai tuan rumah sekaligus menjuarai turnamen, seperti yang mereka raih di Piala Dunia 1966. Asa mengulang kesuksesan 20 tahun silam itu kandas di kaki Souhtgate.

Ia tak mampu menjalankan tugas menjadi algojo di babak adu penalti di semifinal kontra Jerman. Sepakan Southgate berhasil dibaca kiper Andreas Kopke dan membuat Inggris kalah 5-6.

Southgate pun seolah dipaksa menjadi sosok antagonis menanggung dosa kekalaan Piala Eropa 1996. Dosa yang teramat menyakitkan bagi suporter Inggris, sehingga para pelakon seni itu menyisipkan kekecewaan dalam penggalan lirik The Three Lions.

"Tears for heroes dressed in grey, no plans for final day. Stay in bed, drift away," bunyi penggalan lirik tersebut.


(Kiri ke kanan: Ian Broudie, Frank Skinner, David Baddiel. Sumber: Goggle/Radio X)

Ya, Timnas Inggris di Piala Eropa 1996 terbilang skuat ideal untuk memenangi turnamen. Namun, Alan Shearer cs di luar dugaan keok dengan memakai kostum tandang abu-abu yang hanya kali itu saja mereka pakai sepanjang turnamen Piala Eropa 1996.

Kostum yang langsung dianggap sebagai kutukan karena membawa sial bagi Timnas Inggris. Sampai-sampai federasi sepak bola mereka (FA) tak pernah lagi memilih warna abu untuk kostum tandang Inggris hingga saat ini.

Benang merah itu adalah Southgate

Seiring berjalan waktu, jargon It's coming home kembali merujuk kepada membawa pulang trofi Piala Dunia. Terlebih oleh generasi milenial saat ini yang mengamini makna It's coming home sebagai upaya memulangkan trofi Piala Dunia ke Inggris. 

Namun, tampaknya mereka kini tak sepenuhnya juga salah dalam mempersepsikan penggalan lirik The Three Lions tersebut. Mungkin karena memang ada benang merah di Piala Dunia 2018 ini dengan gelaran Piala Eropa 1996 silam.

Benang merah yang tak lain adalah sosok Southgate sendiri di Timnas Inggris. Gelandang Middlesbrough itu kembali ke skuat Three Lions, namun saat ini dengan peran yang berbeda.

Pria 47 tahun itu kini menjadi nakhoda Inggris dan telah membawa Harry Kane cs ke semifinal Piala Dunia 2018. Inggris dijadwalkan akan menghadapi Kroasia pada pertandingan Kamis dini hari mendatang.

Bayang-bayang kegagalan di semifinal Piala Eropa 1996 tentu harus dikubur dalam-dalam di benak Southgate. Apalagi ini merupakan kesempatannya untuk menebus dosa 22 tahun silam di negaranya sendiri.

Terlebih, semifinal ini merupakan kali pertamanya lagi bagi Inggris sejak 28 silam di Piala Dunia pada edisi 1990 melawan Jerman Barat. Enam tahun sebelum jargon It's coming home dirilis.

Dosa Piala Eropa 1996 yang milik Southgate tentunya akan dimaafkan oleh fans Inggris dan terhapus di Piala Dunia 2018. Asal dengan satu syarat, Football is coming home!

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga


 


(ACF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PIALA DUNIA 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SUDUT
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018