DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Tax Holiday

- 04 April 2018 13:32 wib
Suryopratomo. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Suryopratomo. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

BUKAN baru kali pertama Indonesia memberikan tax holiday dan tax allowance untuk menarik investasi. Namun, kita dianggap setengah hati dan tidak serius untuk membuat investor mau masuk ke Indonesia karena tidak jelas. Selalu ada kekhawatiran penerimaan negara lalu menjadi berkurang.

Kita memang suka berhitung sesuatu yang tidak nyata. Padahal, tanpa ada investasi, tidak pernah ada kegiatan ekonomi. Tanpa ada kegiatan ekonomi, tidak pernah ada juga pajak yang bisa dipungut.

Kita acungi jempol ada cara pandang yang berubah dari pejabat Kementerian Keuangan. Mereka tidak lagi berpikir sesuatu yang maya, tetapi membuat yang nyata dengan berupaya menciptakan bisnis terlebih dulu. Baru setelah bisnis berjalan, negara mengambil manfaatnya. Tidak seperti biasanya, negara memungut di depan tanpa peduli bisnis berjalan atau tidak.

Seperti diakui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, lingkungan di sekitar Indonesia memaksa kita untuk berubah. Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam sangat agresif dalam menarik investasi. Sepanjang kita tidak berubah, kita akan tertinggal dari negara lain.

Chairman Panasonic Gobel Rachmat Gobel, selalu mengingatkan agresifnya negara-negara tetangga dalam menarik investasi. Ia tidak pernah lupa ketika Matsushita ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk panel solar. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad ketika itu langsung terbang ke Osaka, Jepang, untuk menanyakan kelebihan yang ditawarkan Indonesia. Malaysia bisa memberikan yang lebih baik daripada Indonesia. Hasilnya, Matsushita memindahkan rencana investasi dari Indonesia ke Malaysia.

Kali ini Sri Mulyani menantang pejabat Kementerian Keuangan untuk berani bersaing. Ia menerapkan tiga prinsip dalam perumusan kebijakan yakni, pembandingan, perbaiki, dan kalahkan. Hasilnya, kebijakan tax holiday dan tax allowance yang dikeluarkan pada Senin, 2 April lebih jelas bagi investor, yakni semakin besar investasi di industri hulu dan kimia semakin panjang pembebasan pajak penghasilan badan yang akan mereka dapatkan.

Tidak hanya itu, pemerintah menurunkan pajak untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, mempercepat restitusi pajak yang selama ini mencapai 47 pekan, perbaikan prosedur ekspor dan impor, serta penundaan pencantuman nomor pokok wajib pajak atau nomor induk kependudukan dalam faktur pajak.

Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Amien Sunaryadi merasa girang atas rencana penyatuan pemeriksaan laporan keuangan Kontraktor Kontrak Kerja Sama oleh Direktorat Jenderal Pajak, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral karena akan bisa menarik investasi di hulu migas.

Tantangan ekonomi kita sekarang ini ialah membuat bisnis menggeliat. Tidak bisa kita terus membiarkan perekonomian mati suri seperti sekarang. Memang jika dilihat dari penerimaan pajak, terlihat ada kenaikan, tapi di lapangan kita merasa bisnis masih melesu.

Kondisi itu tidak bisa terus dibiarkan karena akan menggerus kepercayaan diri, terutama para pengusaha harus dirangsang untuk berani mengambil kesempatan. Kita tidak bisa terus berkutat seperti ayam dan telur karena hanya membuat tidak ada pihak yang berani mengambil inisiatif.

Sekali lagi investasi dibutuhkan agar terbuka lapangan pekerjaan baru. Kita bisa melihat sulitnya orang mendapatkan pekerjaan sekarang ini, apalagi untuk kelompok yang terbatas keterampilannya. Mereka hanya bisa masuk ke jalur informal, dengan jaminan masa depan sangat terbatas.

Aksi unjuk rasa sopir daring dan juga ojek menunjukkan betapa laparnya masyarakat akan pekerjaan. Mereka terpaksa menjadikan pekerjaan yang seharusnya sambilan sebagai pekerjaan utama. Ketika semakin banyak orang memilih pekerjaan itu, inflasi penawaran dan penerimaan harian mereka pun menurun. Banyak yang berniat keluar dari bisnis itu, tetapi mereka tidak punya banyak pilihan.

Tugas negara ialah menyediakan lapangan pekerjaan. Kebijakan pemberian tax holiday dan tax allowance dimaksudkan untuk bisa menjawab kebutuhan investasi dan peningkatan ekspor. Secara otomatis hal itu akan memberikan kesempatan kepada banyak warga untuk memperoleh pekerjaan.

Hanya, tax holiday dan tax allowance bukan satu-satunya hal yang bisa menarik investasi. Ada faktor lain yang harus mengikuti di belakangnya mulai persoalan ketersediaan lahan, tenaga kerja, hingga infrastruktur.

Harapan kita perubahan paradigma tidak hanya terjadi di Kementerian Keuangan. Sikap terbuka dan bersahabat kepada investor perlu dilakukan kementerian lain dan pemerintah daerah. Paling tidak sikap untuk mempersulit investor harus dibuang jauh-jauh.

Hal lain yang tidak kalah penting dilakukan ialah konsistensi dalam sikap dan peraturan. Jangan mudah mengubah-ubah peraturan, apalagi kebijakan yang dikeluarkan, karena reaksi sesaat. Investasi membutuhkan kepastian, apalagi investasi di industri hulu dan kimia bersifat jangka panjang. (Media Indonesia)

Suryopratomo
Dewan Redaksi Media Group


 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANALISA EKONOMI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ANALISA EKONOMI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018