DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Marak Sentimen Negatif Global, IHSG Berpotensi Melemah

Ade Hapsari Lestarini - 16 April 2018 08:30 wib
Ilustrasi. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Jakarta: Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sepanjang hari ini diprediksi berpotensi melemah di tengah maraknya sentimen negatif dari global, terbatasnya sentimen positif dari domestik, serta melemahnya EIDO.

Tim Analis Samuel Sekuritas Indonesia memaparkan IHSG kembali ditutup melemah ke 6.270,3 (-0,64 persen), di tengah kenaikan peringkat utang Indonesia dan ketegangan di Suriah. Kenaikan rating yang di luar dugaan itu juga tidak berhasil mengangkat IHSG.

Bursa saham Wall Street pada perdagangan Jumat malam waktu setempat atau Sabtu pagi WIB 14 April melemah. Pelemahan Wall Street dipicu saham perbankan. Indeks saham S&P sektor bank turun 2,6 persen melemah 1,6 persen.

Sejumlah saham yang tertekan yakni JP Morgan Chase and Co turun 2,7 persen usai laba kuartal bank sedikit turun dari ekspekrasi, Saham Wells Fargo melemah 3,4 persen, serta saham Citigroup melemah 1,6 persen.

"Hal ini diperburuk dengan memanasnya konflik di Suriah. Departemen Luar Negeri AS menyatakan memiliki bukti Suriah melakukan serangan senjata kimia baru-baru ini di kota Douma terhadap pemberontak," demikian tertuang dalam hasil analisa tersebut, Senin, 16 April 2018.

Harga minyak dunia terus meningkat pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) karena laporan terbaru Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan peningkatan permintaan global yang terus menerus.

Dalam laporannya, OPEC menaikkan perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak global di tahun ini sebesar 30 ribu barel per hari (bpd) menjadi 1,63 juta bpd. Selain itu, kelompok itu mengatakan output kolektifnya turun 201 ribu bpd menjadi 31,96 juta bpd pada Maret dari Februari, didorong penurunan di negara-negara seperti Venezuela, Arab Saudi, dan Libya.

Harga minyak dunia juga mendapatkan dorongan di tengah ketegangan geopolitik. Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 April 2018, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei menguat USD0,32 menjadi USD67,39 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik USD0,56 menjadi USD72,58 per barel di London ICE Futures Exchange.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG IHSG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018