DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Anak Usaha TRAM Gandeng Bis Industries Capai Produksi Batu Bara

Angga Bratadharma - 16 April 2018 07:58 wib
Ilustrasi tambang batu bara. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).
Ilustrasi tambang batu bara. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Jakarta: PT Gunung Bara Utama (GBU), anak perusahaan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menandatangani kontrak jangka panjang selama lima tahun dengan opsi perpanjangan selama dua tahun, dengan PT Bis Industries, anak perusahaan dari Bis, perusahaan penyedia jasa logistik pertambangan dari Australia. Bis akan menyediakan truk trailer berkapasitas 160 ton per unit.

Corporate Secretary TRAM Asnita Kasmy mengatakan melalui kerja sama kontrak ini maka diharapkan GBU dapat memenuhi target produksi batu bara sebesar 3,5 juta metrik ton di tahun ini, dan meningkat produksinya menjadi tujuh juta ton pada 2019. Kondisi ini diharapkan memberi efek positif terhadap industri batu bara di Indonesia

"Saat ini terdapat tiga kontraktor yang sedang melakukan kegiatan penambangan yang salah satunya Thiess, yang juga dari Australia," kata Asnita, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin,16 April 2018.

Tak hanya itu, lanjutnya, TRAM sedang dalam proses penjajakan kerja sama dengan beberapa konsesi di sekitar GBU dan beberapa konsesi di Kalimantan Tengah dalam bidang logistik pertambangan. Asnita berharap ke depannya potensi kinerja perseroan akan meningkat dengan adanya kerja sama di bidang logistik pertambangan tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis target serapan batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) tahun ini tercapai. Berbagai macam upaya termasuk sentimen positif perlu hadir guna mencapai target serapan batu bara tersebut.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menyebutkan, berdasarkan data sementara dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), PT Bukit Asam, dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PMA (Penanaman Modal Asing) produksi batu bara Januari hingga Maret 2018 sebesar 69,33 juta ton.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu data sementara ini lebih rendah. Tahun lalu periode Januari hingga Maret 74,73 juta ton. Menurut Agung, penurunan produksi ini karena kondisi cuaca yang menyulitkan para penambang.

"Produksinya turun mungkin karena cuaca hujan sehingga susah menambang," kata Agung seraya menambahkan dari produksi tersebut serapan batu bara untuk domestik sebesar 21,94 juta ton dan 50,78 juta ton untuk kebutuhan ekspor.

Serapan domestik terbesar diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yakni sebesar 20,4 juta ton sementara sisanya untuk industri lainnya. Ia pun meyakini target serapan batu bara DMO sebesar 114 juta ton tahun ini tercapai.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EMITEN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018