BEI: Investor Saham di NTB Terus Bertambah

- 22 Agustus 2016 08:25 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Mataram: Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Denpasar mencatat jumlah investor saham di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah setiap tahun sebagai dampak dari sosialisasi manfaat dan keuntungan berinvestasi pasar modal.

Supervisor Representatif Office BEI Kantor Perwakilan Denpasar I Gusti Agus Andiyasa menyebutkan jumlah investor saham di NTB sudah mencapai 1.407 orang atau bertambah 373 orang selama Januari-Juli 2016, dibandingkan dengan akhir 2015 yang tercatat sebanyak 1.034 investor.

"Dalam empat tahun terakhir pertumbuhan jumlah investor saham di NTB terus tumbuh positif, pada awalnya 2013 hanya 558 orang, dan sekarang sudah mencapai 1.407 investor," kata Agus, seperti dikutip dari Antara, , di Mataram, Senin (22/8/2016).

Ribuan investor saham tersebut, kata dia, tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB, yakni Kota Mataram sebanyak 800 orang, Kabupaten Lombok Barat 138 orang, Lombok Tengah 53 orang, Lombok Timur 85 orang, Lombok Utara satu orang, Sumbawa 150 orang, Sumbawa Barat 34 orang, Dompu 33 orang, dan gabungan Kabupaten Bima dan Kota Bima 113 investor.

Menurut Agus, pertumbuhan jumlah investor saham di NTB setiap tahun menunjukkan bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat di provinsi tersebut tentang manfaat dan keuntungan berinvestasi di pasar modal sudah bagus.

Selain itu, faktor pertumbuhan ekonomi yang ditunjang dari sektor pertambangan, pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran juga ikut memengaruhi minat masyarakat NTB berinvestasi di saham.

"Bisa jadi karena adanya pertumbuhan kalangan ekonomi menengah ke atas juga menjadi faktor peningkatan jumlah investor saham," tegasnya seraya menambahkan bahwa BEI akan terus meningkatkan jumlah investor saham di NTB.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BEI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 19-04-2018