DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Gerak Rupiah dan Imbal Hasil Obligasi Diprediksi Stabil

Angga Bratadharma - 13 Februari 2018 09:25 wib
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: Dolar indeks diperkiraan bergerak mendatar dan gerak nilai tukar rupiah stabil. Dolar Amerika Serikat (USD) kemungkinan bergerak mendatar terhadap beberapa mata uang kuat dunia lainya seiring fluktuasi yang terjadi di pasar obligasi Amerika Serikat (AS). Kondisi itu diharapkan bisa memberi efek positif terhadap nilai tukar rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan dengan masih tingginya ketidapkastian apakah data inflasi Januari AS akan lebih tinggi atau rendah maka dolar indeks diperkirakan masih tetap stabil hari ini. Di sisi lain rupiah kemungkinan akan rebound hari ini setelah beberapa minggu terakhir melemah.


Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia

"Gerak nilai tukar rupiah di pasar spot diperkirakan bergerak di rentang Rp13.550 sampai Rp13.650 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018.

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak mendatar. Pasar obligasi domestik kemarin terkoreksi. Indeks ICBI  menunjukkan turun -0,05 persen, sehingga secara year to date telah membukukan keuntungan sebesar 0,87 persen. Rupiah melemah di level Rp13.658. Sedangkan minyak WTI naik di level USD60,43 per barel.


Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia

Aktivitas perdagangan kemarin lebih sepi dibandingkan dengan Senin. Total Frekuensi turun sebesar delapan persen dari 966 kali menjadi 884 kali. Sedangkan total volume turun sebesar 35 persen dari Rp23,02 tn menjadi Rp14,83 tn.

Seri FR0075 tercatat sebagai SBN teraktif dengan mencatatkan 50 kali transaksi senilai Rp541 bn, sedangkan FR0064 merupakan seri dengan transaksi terbanyak senilai Rp2.13 tn.Sedangkan untuk Obligasi Korporasi WOMF02ACN3 tercatat sebagai yang teraktif dengan mencatatkan delapan kali transaksi senilai Rp30 bn.


Imbal hasil obligasi pemerintah kemungkinan mendatar seiring stabilnya imbal hasil obligasi AS 10 tahun Senin malam yang bergerak di 2,85-2,86 persen. Fluktuasi imbal hasil US treasury tersebut seiring ekspektasi investor AS dengan kemungkinan tingginya data inflasi di Januari dibandingkan bulan sebelumnya sebagai dampak kenaikan upah dan perbaikan ekonomi AS.



"Data inflasi Januari yang akan segera rilis besok menjadi kunci apakah koreksi akan kembali berlanjut di pasar obligasi. Rupiah di pasar spot kemungkinan akan rebound setelah tertekan selama dua minggu terkahir," pungkasnya.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SURAT UTANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018