Analis Berharap Gerak Rupiah Kembali Berbalik Menguat

Dian Ihsan Siregar - 19 Juni 2017 09:07 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diproyeksikan berbalik menguat. Kondisi itu dinilai bisa terjadi karena bisa memanfaatkan pelemahan mata uang negeri Paman Sam, setelah beberapa data ekonomi AS yang mengalami perlambatan.

‎Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyatakan, gerak rupiah yang cenderung mendatar memperlihatkan terbatasnya mata uang negeri Garuda dalam merespons sentimen yang ada. Meski mata uang USD sedang mengalami pelemahan, namun perlambatan terjadi di beberapa data ekonomi negara yang dipimpin oleh Donald Trump.

"Rupiah akan keluar dari zona sideways dan dapat memanfaatkan pelemahan USD untuk mengalami kenaikan‎ kembali," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Dengan adanya hal itu, Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.307 per USD. Sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.288 per USD.‎ "Tetap cermati berbagai sentimen yang ada dan antisipasi terhadap perubahan arah rupiah," sebut Reza.

Pada akhir pekan kemarin, mata uang USD bergerak melemah seiring rilis housing start yang dimiliki secara pribadi di AS pada Mei 2017 tercatat berada di tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman mencapai 1,092 juta unit, atau merupakan tingkat terendah dalam delapan bulan ini.

"Angka tersebut 5,5 persen di bawah perkiraan pada April 2017, yang direvisi sebanyak 1,156 juta unit dan 2,4 persen di bawah tingkat Mei 2016 sebanyak 1,119 juta unit. Namun demikian, rupiah hanya bergerak mendatar," terang Reza.

Pelaku pasar, masih kata Reza, sempat merespons positif melemahnya USD tersebut yang dibarengi dengan rilis perlambatan utang luar negeri, karena perlambatan pertumbuhan utang pemerintah dan publik.

Tapi, kembali berbalik bereaksi negatif setelah Bank Indonesia (BI) menyampaikan penurunan sedikit proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2017 menjadi 5,17 persen, dari sebelumnya 5,2 persen. "Hal itu juga memengaruhi nilai rupiah di akhir pekan kemarin, meski USD melemah, tapi rupiah juga belum bisa memanfaatkan dari sentimen yang ada," pungkas Reza.‎

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KURS RUPIAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 17-10-2017