IPO, Pengelola The Duck King Incar Dana Rp787,41 Miliar

Dian Ihsan Siregar - 16 Mei 2018 20:34 wib
Ilustrasi. (Foto: Antara/Fiqih Arfani).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Fiqih Arfani).

Jakarta: Pengelola jaringan restoran Chinese food (The Duck King), PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI) berencana menjalankan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 403,8 juta saham atau setara dengan 34.40 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan.

Rencananya, perseroan akan menawarkan harga kepada investor di kisaran Rp1.550-Rp1.950 per saham. Perseroan pun diprediksi akan mendapatkan dana segar sekitar Rp625,89 miliar hingga Rp787,41 miliar.

Direktur Utama Jaya Bersama Indo‎ Limpa Itsin Bachtiar mengatakan perseroan akan mengalokasikan dana IPO sebesar 80 persen untuk ekspansi bisnis, sedangkan sisanya sekitar 20 persen untuk modal kerja.

"Kami berencana membuka gerai baru dan merenovasi gerai yang ada," kata dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

‎Pada aksi korporasi ini, dia menyatakan, perusahaan telah menunjuk dua penjamin pelaksana emisi efek (Joint Lead Undeniwiters atau JLU), yakni PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Danareksa Sekuritas.

Sesuai dengan rencana, penawaran awal (bookbuilding) akan berlangsung pada 16-23 Mei 2018. Peryataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan diperoleh pada 31 Mei 2018. Adapun penawaran umum akan dilaksanakan pada 4-5 Juni 2018.

‎"Dan kami berharap pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat berlangsung pada 8 Juni 2018," tutur dia.

Jaya Bersama Indo ‎membuka restoran pertama di Senayan Trade Centre, Jakarta, pada 2003. Perseroan fokus pada masakan tradisional Tiongkok, tanpa daging dan lemak babi. Adapun hidangan utamanya adalah bebek Peking panggang.

R‎estoran yang dikelola perseroan tumbuh sebagai merek berkualitas internasional, yang didukung oleh koki berkualitas dan berpengalaman di Asia. Kini, jaringan restoran telah mencapai 35 gerai yang tersebar di sembilan kota di Indonesia.

Perseroan ‎mencetak pendapatan Rp538 miliar atau meningkat 23,4 persen bila dibanding 2016 yang sebesar Rp436 miliar. Kemudian, tingkat EBITDA naik 118 persen menjadi Rp134 miliar dari posisi Rp62 miliar, dengan margin EBITDA mencapai 24,9 persen.

Selain itu net margin 2017 sebesar 13,5 persen dengan perolehan laba bersih Rp72 miliar. Sementara, total aset mencapai Rp529 miliar atau naik 18,3 persen dari posisi Rp447 miliar di 2016.
(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EMITEN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018