Tambah Layanan, LINK Bidik Pertumbuhan Pendapatan hingga 15%

Dian Ihsan Siregar - 21 April 2017 16:47 wib
Suasana konferensi pers RUPS LINK. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)
Suasana konferensi pers RUPS LINK. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎PT Link Net Tbk (LINK) membidik pertumbuhan pendapatan di kisaran 13-15 persen tahun ini dari total pendapatan sebanyak Rp2,95 triliun di 2016. Artinya, pendapatan yang akan didapat sekitar Rp3,33 triliun-Rp3,39 triliun.

"Melihat sejarah serta pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, kami optimistis pendapatan bisa tumbuh sekitar 13-15 persen pada tahun ini. Untuk profit, kami akan jaga pertumbuhan marjin paling tidak sama dengan tahun lalu atau bisa lebih bagus lagi," ujar Direktur Utama LINK Net Irwan Djaja‎, ditemui usai RUPST Link Net di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta Pusat, Jumat 21 April 2017.

Demi memuluskan pembidikan pendapatan di 2017, ‎kata Irwan, manajemen telah menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1 triliun di tahun ini. Dengan begitu ekspansi bisnis perusahaan akan lebih meningkat.

‎"Selain fokus maintenance pelanggan yang sudah ada, tahun ini kami berencana mengembangkan jaringan homes passed seperti ke Medan, Batam, dan kota-kota lainnya. Dana capex dari internal dan lainnya. Di luar itu kami eksplorasi pendanaan dari pasar modal," ungkap Irwan.

Penambahan Homes Passed

Pada tahun ini, Investor Relations Director Link Net Liryawati mengatakan, ‎manajemen bakal menambah layanan ke 120-150 ribu rumah baru yang terkoneksi (homes passed). Sehingga pada tahun ini, ada sekitar 1,95 juta-1,98 juta rumah yang terpasang layanan.

Sepanjang 2016, perseroan telah memasang ke 1,83 juta rumah. Dalam setahun setidaknya manajemen telah menambah jangkauan layanan ke 153 ribu rumah baru.

"Homes passed tiap tahunnya biasanya tumbuh 120.000-150.000, tapi di 2016 tumbuhnya lebih tinggi. Tapi pertumbuhan di tahun ini sepertinya masih steady," jelas Liryawati.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut, lanjut Liryawati, seiring dengan bertambahnya ekspansi jaringan ke dua kota baru yakni Medan dan Batam pada semester II tahun lalu yang mana hasilnya akan terlihat signifikan tahun ini.

"Kami sambungnya juga akan meneruskan ekspansi ke beberapa kota baru di tahun ini, namun pihaknya masih enggan membeberkannya. Kita mau fokuskan dulu dimana kita berada, namun kita juga akan terus berekspansi," papar Liryawati.‎
(AHL)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 23-09-2017