Wawancara Khusus Dirut BEI

Strategi Bos Bursa Tembus Kapitalisasi Pasar Rp6.000 Triliun dalam Dua Bulan

Dian Ihsan Siregar - 21 Agustus 2016 09:05 wib
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio saat berada di ruang kerjanya. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio saat berada di ruang kerjanya. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memprediksi tingkat kapitalisasi pasar (market cap) bisa di atas Rp6.000 triliun dalam kurun waktu dua bulan ke depan. Hal itu akan direalisasikan dengan menjamin transparansi kinerja pasar modal Indonesia, sehingga transaksi di bursa bisa lebih likuid.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, dirinya memiliki tanggung jawab yang besar untuk membuat pasar di bursa lebih besar. Tingkat kapitalisasi pasar sempat mencapai Rp5.850 triliun. Selangkah lagi, total kapitalisasi pasar hampir sama dengan total aset perbankan, yaitu bertengger di level Rp6.000 triliun.

"Kita ingin total market cap di atas Rp6.000 triliun, sehingga sedikit lagi hampir sama dengan total aset perbankan. Bagaimana caranya, yaitu menjamin transparansi, sehingga transaksi likuid, yang membuat harga menjadi lebih baik," kata Tito di ruang kerjanya saat wawancara khusus bersama Metrotvnews.com, seperti diberitakan Minggu (21/8/2016).

Langkah kedua, guna mendorong market cap, bursa harus menambah jumlah emiten yang melantai (IPO) di bursa. Ketiga menghidupkan kembali saham-saham emiten yang terkena suspensi, dan menjalankan pencatatan kembali (relisting) saham-saham yang sudah sempat delisting dari BEI.

"Makanya total market cap menjadi lebih penting untuk target bursa, dibanding indeks yang itu adalah hasil dari pada harga dan transaksi, itu kerja keras yang dilakukan broker," tutur Tito.

Posisi saat ini, menurut Tito, sudah ada beberapa perusahaan baru yang sedang mengantre untuk mencari dana segar di pasar modal melalui jalur IPO. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang melakukan tanya jawab ke bursa terkait IPO di bursa.

Tito melanjutkan, tidak hanya IPO dan relisting saja yang bisa mengerek kapitalisasi pasar di waktu mendatang, minat perusahaan yang mau menjalankan right issue pun bisa memberikan stimulus positif bagi kinerja pasar modal Indonesia.

"Ini semua market cap, di luar kenaikan harga, saya percaya kalau semua berjalan baik, tidak ada gunjangan dan batuk-batuk, mestinya sih dalam dua bulan bisa di atas Rp6.000 triliun. Semoga lah, mestinya bisa," tutup Tito.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PASAR MODAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 29-06-2017