Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah

Achmad Zulfikar Fazli - 08 Januari 2019 18:51 wib
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Jakarta: Pemerintah terus menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil. Salah satu caranya dengan mencegah agar tidak terjadi defisit neraca perdagangan dan pembengkakan anggaran.

"Di samping menaikkan bunga enam persen. Mudah-mudahan nanti kita bisa turun lagi," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Di sisi lain, menurut Kalla, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah dengan menaikkan suku bunga acuan agar investor masuk ke Indonesia. Kondisi itu mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Masalah perekonomian di Amerika Serikat juga turut berkontribusi. Investor yang memilih menarik modalnya ke luar RI membuat nilai tukar mata uang Garuda perkasa.

Baca juga: Nyaris di Bawah Rp14 Ribu/USD, Rupiah Masih Undervalued

Kalla berharap The Federal Reserve alias bank sentral Amerika Serikat tidak menaikkan suku bunga acuannya. Dengan begitu, nilai tukar rupiah bisa tetap stabil.

"Kalau tidak menaikkan bunganya maka cenderung stabil. Maka orang akan investasi lagi, menjadi keluar," pungkas dia.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi sempat menguat ke posisi Rp14.025 per USD. Rupiah menguat 0,43 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Namun sekitar pukul 11.05 WIB, rupiah kembali melemah ke posisi Rp14.115 per USD.


(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RUPIAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 19-01-2019