BEI Harap BI Tahan Suku Bunga Acuan

Dian Ihsan Siregar - 17 Mei 2018 11:29 wib
Direktur Utama BEI Tito Sulistio (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Direktur Utama BEI Tito Sulistio (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap Bank Indonesia (BI) tidak mengubah tingkat suku bunga acuan lantaran momentum terjadinya kenaikan sudah lewat. Apabila BI 7 Days Reverse Repo Rate naik, dinilai guna meredam pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengaku investor sudah memperkirakan adanya kenaikan suku bunga acuan dari BI, sejalan dengan situasi dan kondisi perekonomian Indonesia sekarang ini. Namun, Tito menilai momentum kenaikan sudah melewati waktunya. Jika dinaikkan, diyakini Tito justru memberatkan pergerakan pasar.

"Kalau ditanya pilihannya saya pilih tetap (suku bunga acuan tetap). Momentumnya sudah terlewatkan untuk (suku bunga acuan) naik. Itu bagi saya," kata Tito, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.



Pria kelahiran Bogor ini memperkirakan jika suku bunga acuan dinaikkan oleh BI, langkah itu dilakukan dalam rangka meredam terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap USD yang sekarang ini menembus level Rp14.000 per USD. Tentu ada harapan agar nilai tukar rupiah tidak terus melemah.

Sebelumnya, Gubernur BI Agus Martowardojo menyatakan, bank sentral masih melakukan kajian untuk mengubah tingkat suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. "Kami melihat peluang itu sangat dimungkinkan, tapi tentu kita akan kaji di dalam rapat RDG," ujar Agus.

BI sudah sejak September 2017 yang lalu menahan tingkat suku bunga acuan di posisi 4,25 persen‎. Suku bunga rendah merupakan bentuk kebijakan BI mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Namun, ketidakpastian global dan kebijakan the Fed di luar ekspektasi justru memberikan dampak negatif bagi gerak nilai tukar rupiah.

"Kita tahu bahwa di Indonesia adalah satu negara yang kondisi ekonomi cukup mempunyai hubungan dengan kondisi global. Kalau itu terjadi, sifatnya dinamika yang kami anggap wajar," pungkas Agus.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANK INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018