DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp4 Triliun

Dian Ihsan Siregar - 14 Februari 2018 06:34 wib
BSDE. ANT/Yudhi Mahatma.
BSDE. ANT/Yudhi Mahatma.

Jakarta: ‎Untuk meningkatkan jumlah lahan sebagai bagian dari ekspansi bisnis, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)‎ berencana menambah cadangan lahan hingga mencapai 6 ribu hektare (ha). BSDE membidik lahan di Serpong, tempat di mana perusahaan telah mengembangkan kawasan properti.

Dana yang dibutuhkan untuk pengembangan lahan, ‎Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya menyatakan, akan didapatkan dari belanja modal (capex) perusahaan sebesar Rp4 triliun di tahun ini. Dana itu juga akan digunakan untuk pembangunan sejumlah proyek.

Dana capex di tahun ini, dia mengaku, memang terbilang lebih kecil bila dibanding tahun lalu yang mencapai Rp5 triliun. ‎Pada tahun lalu perusahaan melakukan akuisisi Sinarmas MSIG Tower dan Bakrie Tower. Perusahaan telah mengakuisisi 13 lantai di Bakrie Tower. BSDE juga mengakuisisi Sinarmas MSIG Tower dengan porsi net leasble area atau NLA mencapai 68.525 meter per segi,

"Dana untuk belanja modal, kita akan dapatkan dari kas internal perusahaan," kata Hermawan, ‎ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Februari 2018.

Dari porsi dana capex Rp4 triliun, menurut dia, akan dihabiskan Rp1 triliun untuk membeli lahan di BSD City. ‎Sedangkan Rp3 triliun ‎digunakan perusahaan untuk pembangunan kawasan mixed use di Surabaya dan pembangunan residensial yang berlokasi di Serpong.

Total cadangan lahan yang dimiliki perusahaan mencapai 6 ribu ha. Tapi, perusahaan baru memiliki 5 ribu ha. Dari total lahan itu yang baru dikembangkan sekitar 2.500-2.600 ha.‎ "Untuk market value dari lahan ini sekitar Rp10 juta (per meter per segi)," pungkas dia.


(SAW)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018