Wawancara Khusus Dirut BEI

Optimisme Bursa Raih Target 35 Emiten Melantai di Pasar Modal RI

Dian Ihsan Siregar - 21 Agustus 2016 09:30 wib
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio saat berada di ruang kerjanya. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio saat berada di ruang kerjanya. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih optimistis bisa meraih target 35 emiten baru yang bisa melantai (IPO) di bursa tahun ini. Baru ada 10 emiten yang resmi IPO hingga ke minggu ketiga Juli 2016.

Optimisme manajemen bursa bukan lah omong kosong, karena menurut Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ada delapan perusahaan yang sudah mengantre untuk merealisasikan rencana IPO. Sedangkan 40 perusahaan yang sudah melakukan penjajakan ke bursa untuk menanyakan proses IPO hingga listing di bursa.

"Insya Allah tetap kita keep, karena kenapa minimum kita harus lebih kerja keras lagi, ini cambuk buat kita karena yang daftar sudah banyak, tapi kan ada proses, ada administrasi, ada jualan mereka. Ada dua nih, sudah siap, tapi jualnya belum full, jadi ditunggu dulu. Ada yang sudah full, satu sudah oversubscribed, saya tidak bisa bilang siapa," ujar Tito di ruang kerjanya saat wawancara khusus bersama Metrotvnews.com, seperti diberitakan Minggu (21/8/2016).

Meski banyak yang sudah mendaftar atau mengantre di BEI untuk menjadi emiten, Tito menekankan, bursa tidak bisa memproses semua. Karena pada akhirnya yang menentukan IPO atau tidak, yaitu calon emiten itu sendiri.

"Ada nih sudah selesai semuanya, harganya tidak cocok, jadi dia tidak mau. Tugas bursa itu memproses saja,"  tegas Tito.

Bursa, lanjut Tito, tidak hanya mendorong perusahaan yang ingin IPO, tapi juga merealisasikan perusahaan yang ingin melakukan pencatatan kembali (relisting) dan right issue di pasar modal Indonesia. Ketika banyak perusahaan yang ingin IPO, relisting, dan right issue, maka tingkat kapitalisasi pasar (market cap) bisa di atas Rp6.000 triliun. Setidaknya tingkat kapitalisasi pasar di level tersebut bisa dicapai dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

"Kita ingin total market cap di atas Rp6.000 triliun, sehingga sedikit lagi hampir sama dengan total aset perbankan. Bagaimana caranya, yaitu menjamin transparansi, sehingga transaksi likuid, yang membuat harga menjadi lebih baik," jelas  Tito.

Tito mengakui, salah satu bentuk kerja keras dari bursa demi mengejar target 35 emiten, yaitu dengan cara memberikan kemudahan proses perizinan IPO dan meresmikan Pusat Informasi Go Public. Dengan wadah itu, maka calon emiten bisa berkonsultasi dengan internal bursa terkait pelaksanaan IPO di bursa, mulai dari hulu ke hilir.

Pusat informasi go public tidak hanya di Jakarta, tapi ada di luar Jakarta. Sehingga biaya untuk menyerahkan dokumen dan sebagainya bisa lebih murah, karena tidak perlu ke Jakarta. Pusat informasi go public terbuka untuk umum, yakni mulai Senin sampai Jumat dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Pusat informasi tersebut juga dapat‎ dijangkau di nomor telepon 021-5154155, email di gopublic@idx.co.id dan laman gopublic.idx.co.id. Dalam waktu dekat, BEI juga bakal meresmikan Pusat Informasi Go Public di Surabaya, Bandung, dan Medan.

Hingga 19 Juli 2016, sudah ada 10 emiten yang resmi melantai di bursa. Emiten kesepuluh di tahun ini resmi melantai adalah P‎T Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 5,5 miliar saham, atau 47,61 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Selain Capital Financial Indonesia, ada sembilan emiten yang telah resmi melantai di bursa, yaitu PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA), P‎T Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), P‎T Duta Intidaya Tbk (DAYA), P‎T Sillo Maritime Tbk (SHIP), PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR), PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI), PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA), dan PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO).


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PASAR MODAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-08-2017