DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

BI Siap Intervensi Melemahnya Rupiah dengan Cadangan Devisa

Eko Nordiansyah - 14 Maret 2018 16:10 wib
BI. MI/USMAN ISKANDAR.
BI. MI/USMAN ISKANDAR.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengaku siap melakukan intervensi jika rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Salah satu instrumen yang dimiliki bank sentral adalah menggelontorkan cadangan devisa yang dimiliki agar mata uang rupiah tidak melemah terlalu dalam.

"Berapa yang disediakan, kita sebanyak mungkin untuk intervensi mata uang rupiah. Sebanyak cadangan devisa itu," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.

BI mencatat posisi cadangan devisa Februari 2018 mengalami penurunan sebesar USD3,92 miliar menjadi USD128,06 miliar dari posisi akhir Januari 2018 yang sebesar USD131,98 miliar. Salah satu penyebab penurunan cadangan devisa adalah upaya stabilitas nilai tukar rupiah yang terdepresiasi.

Dirinya menambahkan, penyebab turunnya cadangan devisa juga dipengaruhi kebutuhan valuta asing untuk membayar utang pemerintah. Namun BI meyakini penurunan cadangan devisa akan kembali diisi seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang membaik.

"Penurunan ini cerminan dari kebutuhan melakukan stabilisasi dan intervensi. Dan secara rutin kita juga menyediakan valuta asing untuk membayar utang luar negeri pemerintah. Berapa yang disediakan ya sebesar yang dibutuhkan, tapi kita akan pelihara cadangan devisa kita," jelas dia.

Ke depan, bank sentral tetap akan berkomitmen menjaga nilai tukar lebih stabil lagi sesuai dengan fundamentalnya. Di sisi lain cadangan devisa juga tetap akan dijaga sebagai bantalan ketika dibutuhkan seperti yang terjadi bulan lalu.

"Memang cadangan devisa itu untuk asuransi ketika kita mengalami tekanan. Ketika dibutuhkan kita akan gunakan meski harus dilakukan secara terukur. Kita ada second line defense untuk menjaga cadangan devisa kita supaya enggak turun terlalu dalam juga," pungkasnya.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KURS RUPIAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018