DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Filosofi 'Moge' Bos Bursa

Dian Ihsan Siregar - 21 Agustus 2016 12:12 wib
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio saat berada di ruang kerjanya. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio saat berada di ruang kerjanya. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bukan rahasia umum jika Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio sangat menggemari motor besar alias moge sekelas Harley Davidson.

Tak hanya sekadar mencintai motor besar saja, ternyata ada sedikit filosofi di balik kegemarannya mengendarai motor asal negeri Paman Sam tersebut.

"Jadi naik motor (moge) itu Anda harus menghadapi diri sendiri. Mata harus melihat, kuping mendengar, kaki harus kuat, tangan harus 'lihat', konsentrasi, dan harus bernafas," urai Tito, saat wawancara khusus dengan Metrotvnews.com, seperti diberitakan Minggu (21/8/2016).

Menurutnya, berkendara menggunakan motor harus bisa menjaga diri sendiri dan tidak ada bantuan dari orang lain. Berbeda halnya dengan mengendarai mobil yang masih bisa dibantu oleh orang lain.

"Naik motor Anda engga bisa dibantuin. Saat itu Anda harus menjalankan sendiri. Itu lah naik motor," ujar pria yang memiliki moge sejak medio 1985 tersebut.


Tito saat beraksi mengendari moge bersama rekan-rekannya. (FOTO: MTVN/Arif Wicaksono)

Lalu mengapa dirinya sangat menyukai motor antik tersebut? Tito berkelakar jika dirinya lebih memilih untuk mengoleksi mobil sejenis Lamborghini, Ferrari, hingga Bugatti.

Baca: Jiwa Muda Bos Bursa Memacu Kuda Besi

"Tapi cuma mahal. Jadi saya koleksinya golok dan motor. Sebenarnya kalau ingin, dari dulu juga ingin. Tapi kan begitu duitnya cukup dikit di 1995-1996-an lah," kenangnya.

Bermula dari hanya mengoleksi atribut Harley Davidson, berangkat dari hobi yang merupakan kecintaannya ini, Tito pun mendirikan Harley Owner Groups (HOG) dan Rider Triumph.

"Jadi sebenarnya punya motor pada 1995, kalau bicara ingin, dari dulu juga ingin. Jadi dulu baru punya kaos, celana Harley, punya sepatu Harley, tapi yang enggak punya motor," tawanya mengakhiri pembicaraan.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG REHAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018