DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Chatib Basri: Rupiah akan Menguat

Dian Ihsan Siregar - 14 Maret 2018 15:12 wib
Chatib Basri. Dok:Dian IS.
Chatib Basri. Dok:Dian IS.

Jakarta: Lembaga rating Standard and Poor’s (S&P) memperkirakan mata uang rupiah bisa mencapai ke posisi Rp15.000 per USD. Jatuhnya mata uang rupiah perlu diwaspadai karena gerak penyusutannya berlangsung cepat.

Namun proyeksi rupiah yang dilontarkan S&P itu langsung dimentahkan oleh mantan Menteri Keuangan Chatib Basri. Hal itu disebabkan data ekonomi Indonesia masih tetap di posisi yang baik, seperti posisi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) masih di bawah dua persen dan inflasi masih akan berada di posisi 3,5 persen sampai empat persen.

"Jadi, jangan khawatir. Jangan terlalu panik adanya proyeksi dan perkiraan dari S&P," ungkap Chatib kepada Medcom.id, ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Posisi rupiah yang sempat mencapai Rp13.700-Rp13.800 per USD, dia mengaku, hal itu masih wajar dan tidak bergejolak yang sangat tinggi. Namun, paling terpenting rupiah tidak selalu fluktuatif, karena itu yang sangat ditakuti.

Melihat data Bloomberg, posisi rupiah berada di Rp13.737 per USD. Rupiah mengalami penguatan 12 poin dari pembukaan perdagangan tadi pagi yang masih bertengger di posisi Rp13.749 per USD.

Jika market atau pasar panik, lanjut Chatib, mata uang rupiah bisa semakin melemah dari posisi yang ada saat ini. Tapi, dia melihat market tetap tenang dan mengantisipasi setiap keadaan yang menyelimuti iklim ekonomi Indonesia.

"Saya tidak lihat seperti itu (market tetap tenang dan stabil). Koreksi yang sekarang itu, saya lihat masih sehat. Kalau rupiah ke Rp15.000 per USD, saya tidak lihat seperti itu. Data ekonomi kita masih bagus," terang Chatib yang juga merupakan Ekonom Senior di Indonesia.

Dia meyakini, pemerintah lewat Bank Indonesia (BI) memiliki jurus jitu untuk menstabilkan kembali posisi mata uang Garuda. Dengan begitu, nilai rupiah kembali ke posisi yang normal. "Jadi dengan semua data baik, saya yakin dengan mata uang rupiah," pungkas suami dari Dana Iswara itu.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KURS RUPIAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BURSA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 12-12-2018