SKK Migas Khawatir Cadangan Migas Mulai Menyusut

Dian Ihsan Siregar - 16 April 2018 14:13 wib
Diskusi Migas. Medcom/Dian.
Diskusi Migas. Medcom/Dian.

Jakarta: ‎Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengaku mulai khawatir dengan cadangan minyak tanah air yang mulai mengikis. Hal itu disebabkan lapangan minyak di Riau, seperti Minas dan Duri merupakan temuan paling terbanyak hingga sembilan miliar barel di 1982 sudah tidak ada lagi.

Demikian disampaikan oleh ‎Sekertaris SKK Migas, Arief Setiawan Handoko, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

"Ini yang mengkhawatirkan juga buat kita, ini penemuan cadangan migas, kita lihat 1892 itu yang kita temukan cadangan minyak yang besar itu Duri dan Minas, itu (penemuan) tahun sebelum kita merdeka," ucap Arief.

‎Bahkan pada era 1990-an, dia menyatakan, penemuan cadangan minyak tak pernah sebesar cadangan minyak yang ada di Minas dan Duri.

"Kita lihat dari tahun 90-an saja penemuan lapangan minyak seperti Banyu Urip, jika dibandingakn Minas dan Duri jauh banget, Lapangan minyak Abadi punya Masela juga tidak lebih banyak, yang lain tidak ada," terang dia.

‎Masalah utama saat ini, sambung dia, adalah biaya investasi untuk eksplorasi yang sangat cukup besar. Hal ini membuat penemuan minyak tidak menjadi lebih optimal.

‎Demi mendorong pasokan minyak, dia menyebutkan, pemerintah akan lebih menyentuh titik potensi minyak dan gas (migas), khususnya di Indonesia Timur.

"Kami pun akan melakukan perubahan rezim kontrak migas dari Cost Recovery ke rezim Gross Split yang diharapkan menjadi solusi efisien, itu akan lebih meningkatkan kerja eksplorasi migas yang ada di Indonesia," pungkas dia.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SKK MIGAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 19-04-2018