DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Indonesia Perlu Belajar ke Negara Lain Tingkatkan Investor Hulu Migas

Annisa ayu artanti - 13 April 2018 09:46 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta: Indonesia Petroleum Association (IPA) menyarankan kepada Pemerintah Indonesia untuk belajar dari negara lain supaya bisa memikat hati para investor hulu migas. Hal itu menjadi penting agar investor di hulu migas bisa terus berdatangan dan nantinya memberi efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Board of Director IPA Tenny Wibowo mengatakan meski sudah mengubah kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) gross split dan harga minyak sudah mulai membaik namun belum banyak juga investor yang menanamkan modalnya di sektor hulu migas Indonesia.

"Kenapa perlu ke luar, kita mesti lihat apa yang dilakukan negara lain. Jangan merasa sudah begini-begini tapi negara lain latihanya lebih baik, larinya lebih kencang. Belajar dari tempat lain bisa memperbaiki iklim investasi," kata Tenny, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

Tenny mengungkakan jika kondisi iklim investasi hulu migas di Indonesia masih seperti ini artinya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki oleh pemangku sektor. Harga minyak yang semakin membaik tidak bisa dijadikan patokan investasi hulu migas akan terus meningkat.

Menurutnya ada beberapa hal yang harus disoroti seperti keterbatasan keuangan perusahaan dan bagaimana kondisi tersebut bisa mengubah iklim investasi di Indonesia. "Terlepas dari harga minyak berapapun juga perusahaan punya keterbatasan. Mau harga tinggi atau rendah, harus lihat yang bagus lebih dahulu," jelas dia.

Tenny menyebutkan, IPA akan mendatangkan Menteri Energi dari Mesir untuk berbagi cerita sukses menggaet investasi di sektor hulu dalam kondisi seperti ini. Adapun Mesir lantaran IPA melihat dalam beberapa waktu terakhir investasinya menunjukan peningkatan yang signifikan.

"Seperti kami sampaikan tadi, kami bersama seluruh pemangku lain bisa belajar cerita sukses dari negara lain supaya bisa belajar bersama," ungkap dia.

Gross Split Masih Topik Hangat di IPA

Mengusung tema 'Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness', dalam penyelenggaraan Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 pada 2-4 Mei 2018 mendatang, IPA juga masih memfasilitasi para pemangku kepentingan untuk membahas mengenai skema PSC gross split yang menjadi skema kontrak kedepannya.

"Dengan tema tahun ini, kami lihat bagaimana penerapan gross split dan saran dari pelaku seperti apa, supaya lebih optimal," tutup dia.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MIGAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018