Ini Hitung-Hitungan Arcandra soal Harga Gas Impor untuk Industri

Suci Sedya Utami - 17 Februari 2017 20:26 wib
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Guna menekan harga gas untuk industri, Presiden Joko Widodo sudah memberi lampu hijau untuk impor gas.

Rencananya, pekan depan, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri ESDM Ignasius Jonan bakal bertandang ke Iran untuk melakukan negosiasi harga gas impor tersebut.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan Pemerintah menginginkan harga murah mulai dari harga jual murni dari pihak Iran hingga gas tersebut sampai ke pelabuhan di Indonesia (landed price). Sementara mengenai volume masih belum diputuskan.

"Kita berharap harga landed price-nya kalau bisa murah," kata Arcandra usai rapat koordinasi persiapan ke Iran di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat 17 Februari 2017.

Menurut hitung-hitungan, kata Arcandra, landed price tersebut yakni 11,5 persen dari harga minyak dunia (crude oil) yang berlaku saat ini. Misalkan harga minyak dunia saat ini USD50 maka 11,5 persennya yakni USD5,75 per MMBTU.

"Jadi misalnya 11,5 persen dari harga crude oil," ujar dia.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Pemerintah perlu datang ke Iran untuk melobi harga yang sesuai. Dari pihak Iran menawarkan harga USD3-USD3,5 per MMBTU.

Namun, kata Darmin, itu belum termasuk biaya angkut dari negara asal ke tanah air. Dirinya menginginkan agar harga bersihnya nanti bisa di bawah keinginan Jokowi yang menaruh di batas USD6 per MMBTU.

"Itu harganya memang segitu (USD3-3,5 per MMBTU) tapi kalau dibawa ke sini jadi berapa? Nah itu kita harus datang ke sana, mari kita hitung," tutur Darmin.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 29-05-2017