Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

Opsi Tukar Aset jadi Opsi Pertamina-PGN

Annisa ayu artanti - 17 April 2018 10:29 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta: PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahan Gas Negara Tbk (PGN) memasukkan opsi tukar (swap) aset PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Saka Energi dalam rencana integrasi. Dengan opsi itu maka dalam struktur Holding BUMN Migas subholding gas hanya mengurusi sektor hilir.

Adapun Pertagas adalah anak usaha Pertamina yang bergerak menjalankan sektor midstream dan downstream. Sementara Saka Energi adalah anak usaha PGN yang bergerak di sektor hulu. Opsi tukar aset dua anak usaha itu dinilai membuat subholding gas di Holding BUMN Migas yang dipimpin PGN nanti hanya mengurusi sektor hilir.

"Di subholding gas tidak ada hulu lagi. Jadi dikoordinasikan di direktorat hulu (Saka Energi)," kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso, di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Senin malam, 16 April 2018.

Gigih menuturkan saat ini opsi integrasi sedang dikaji oleh kedua belah pihak. Jika disetujui nanti, share PGN di dalam Saka Energi akan ditukar dengan share Pertamina di Pertagas. Diharapkan integrasi ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harpaan banyak pihak.

"Lagi dikaji opsi tukar itu artinya share-nya PGN di Saka sama share-nya Pertamina di Pertagas bisa tidak (di opsi tukar), tapi sepertinya susah dan bisa harganya beda. Kan Saka itu hulu, Pertagas midstream dan downstream jadi skemanya beda," ujar dia.

Ia memastikan meski ada opsi ini kegiatan operasional Pertagas dan Saka Energi tidak akan terganggu. "Tidak lah. Saka semua keputusan di Pertamina walaupun milik PGN," tukas dia.

Sebelumnya, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina sekaligus Ketua Tim Implementasi Holding Migas Nicke Widyawati mengatakan, opsi tukar memang masih dikaji. Saat ini tim valuasi tengah menghitung berapa besaran nilai dari akuisisi tersebut.

"Bisa jadi (tukar aset), itu salah satu opsi. Tapi yang pasti kan semua di valuasi dulu, mekanismenya seperti apa nanti jangan sampai cash flow-nya PGN bermasalah," kata Nicke.

Nicke berharap dalam jangka waktu empat bulan setelah Holding BUMN Migas terbentuk proses akuisisi kedua belah pihak dapat berjalan lancar sehingga integrasi selanjutnya bisa dilakukan. "Targetnya sih, kapan ya. Empat bulan lah. Kan tanggal lahirnya 11. Mudah-mudahan lancar," ucap Nicke.

Lebih lanjut, Nicke menambahkan, akta pengalihan saham yang diterbitkan Menteri BUMN tentang holding migas itu menjadi pegangan dalam proses akuisisi ini.  "Secara hukum sih gitu, tapi ada tukar atau bagaimana kita liat dulu cash flow PGN," pungkas dia.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERUSAHAAN GAS NEGARA (PGN)
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-07-2018