Harga Minyak Dunia tak Mungkin Tembus USD60/Barel

- 13 September 2017 19:42 wib
Illustrasi. AXEL SCHMIDT/Reuters.
Illustrasi. AXEL SCHMIDT/Reuters.

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur:  Ekonom senior Bank Dunia John Baffes telah mengesampingkan kemungkinan harga minyak menembus USD60 per barel dalam tiga tahun ke depan, mengutip produksi minyak serpih yang kuat di Amerika Serikat serta hambatan dari kemajuan teknologi.

John Baffes mengatakan kepada media di sela-sela konferensi bahwa dia melihat kekuatan positif untuk produksi minyak namun kekuatan negatif untuk harga minyak.

"Prakiraan Bank Dunia untuk harga minyak mentah pada 2017 sampai 2019, masing-masing adalah USD52, USD54 serta USD57 per barel," kata dia dikutip dari Xinhua, Rabu 13 September 2017. 

Harga minyak ditutup menguat pada Selasa setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengindikasikan permintaan yang lebih tinggi di tengah penurunan produksi di antara para anggota. Namun, harga minyak turun lagi pada Rabu karena kenaikan stok AS. Data Bloomberg menunjukkan pada Rabu bahwa minyak mentah Brent berada di USD54,41 per barel. 

Baffes mengatakan bahwa langkah OPEC saat ini tidak banyak berpengaruh pada pasar minyak, dan produksi minyak serpih AS yang telah bertahan memang merupakan faktor terpenting untuk pergerakan minyak.

Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), total produksi minyak mentah AS diperkirakan rata-rata 9,3 juta barel per hari pada 2017, naik 0,5 juta barel per hari dari 2016.Pada 2018, EIA memperkirakan produksi minyak mentahnya mencapai rata-rata 9,9 juta barel per hari, yang akan melampaui rekor sebelumnya sebesar 9,6 juta barel per hari yang tercapai pada 1970.

Dari sisi permintaan, ia menjelaskan bahwa teknologi yang menyebabkan lebih banyak mobil listrik dan ide hemat energi bisa berdampak signifikan terhadap permintaan minyak. Dia juga masih menghitung dampak badai di AS terhadap pergerakan harga minyak. 

"Badai tersebut dapat menyebabkan beberapa fluktuasi harga minyak, namun masih bergantung pada berapa banyak kerusakan yang diakibatkannya," pungkas dia.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MINYAK MENTAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 22-09-2017