Agar Leluasa, KESDM-Komisi VII-Freeport Gelar Rapat Tertutup

Annisa ayu artanti - 13 Juni 2017 12:39 wib
Kementerian ESDM-Komisi VII-Freeport Gelar Rapat Tertutup. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)
Kementerian ESDM-Komisi VII-Freeport Gelar Rapat Tertutup. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi VII DPR-RI memutuskan rapat kerja antara Komisi VII, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan stakeholder sektor tambang digelar tertutup.

Keputusan tersebut diambil untuk memberi keleluasaan kepada stakeholder sektor tambang yakni PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk menjelaskan terkait perkembangan isu sektor tersebut.

Awalnya, Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu membuka rapat ini terbuka untuk umum. Namun, salah satu Anggota Komisi VII DPR Hari Purnomo mengusulkan agar rapat tersebut bersifat tertutup.

"Saya usul tertutup, saya takut ada isu sensitif. Kalau mitra menghendaki tertutup, ada baiknya diterima," kata Hari di Kompleks Parlementer, Senayan, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Hal senada juga "diaminkan" oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan. Ia meminta rapat pertama hari ini bersifat tertutup. Sementara rapat kedua terkait dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan RKA-KL bersifat terbuka.

"Kalau diperkenankan agenda pertama fungsi pengawasan itu tertutup. Nanti RAPBN dan RKA-KL itu terbuka," ujar Jonan.

Akhirnya, Gus Irawan pun menuju permintaan tersebut dengan alasan agar stakeholder bisa lebih leluasa memaparkan isu-isu terkini. "Saya rasa yang sifat pengawasan ini tertutup. Memang ada dua agenda pengawasan dan asumsi makro dan indikator RKA-KL terbuka," tutup Gus Irawan.

Adapun pejabat lain yang hadir dalam rapat tersebut di antaranya Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot, Presiden Direktur Amman Rachmat Makkasau, dan Direktur Freeport Indonesia Clementino Lamury.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMENTERIAN ESDM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-08-2017