DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Pemerintah Klaim Progres Program 35 Ribu MW Capai 40%

Annisa ayu artanti - 16 April 2018 08:19 wib
Ilustrasi. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Jakarta: Pemerintah mengklaim kemajuan mega proyek 35 ribu megawatt (mw) sudah mencapai 40 persen per 1 April 2018.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, melihat dari kemajuan dari masing-masing tahapan baik operasi, konstruksi, kontrak, pengadaan, dan perencanaan.

"Untuk program 35 ribu me per 1 April 2018, telah mencapai progres sekitar 40 persen," kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Senin, 16 April 2018.

Ia menyebutkan, sebanyak 17.024 mw pembangkit listrik dalam program 35 ribu mw sedang tahap konstruksi. Sementara 1.584 mw telah beroperasi dan proyek yang sudah kontrak namun belum konstruksi sebesar 12.690 mw.

Apabila dilihat dari total jumlah proyek yang sudah kontrak yaitu sebesar 31.298 mw atau 87 persen. Selebihnya tahap pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.414 mw dan 1.095 mw.

Selain program 35 ribu mw, juga ada program 7.000 mw yang terdiri dari lanjutan dari Fast Track Program (FTP) tahap I dan II serta program reguler. Per 1 April 2018, progres program tersebut yang telah beroperasi sebesar 6.434 mw dan yang tahap konstruksi sebesar 1.406 mw.

Elektrifikasi Indonesia juga dilakukan dengan program listrik desa. Melalui PT PLN, pada 2017 lalu program listrik desa telah menjangkau 75.682 desa. Dalam dua tahun terdapat tambahan sebanyak 5.291 desa dibandingkan 2015 sebanyak 70.391 desa.

"Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri (ESDM) bahwa target rasio elektrifikasi nasional 2019 sebesar 99 persen lebih, dan kami terus kerjakan untuk mencapai itu. Pada 2017 kita berhasil capai 95,35 persen jauh melampaui targetnya yaitu 92,75 persen," jelas dia.

Selain itu, sebagai program praelektrifikasi sebelum jaringan listrik masuk ke desa-desa terpencil, pemerintah juga memberikan lampu surya gratis untuk rumah di desa belum berlistrik. Paket program yang dinamakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) terdiri dari empat buah lampu LED dan baterai yang terintegrasi, panel surya, dan pengisi daya ponsel (charger).

Pembiayaan program LTSHE tersebut bersumber dari APBN. Pada 2017 pembagian dan pemasangan LTSHE telah dilakukan untuk sekitar 80 ribu rumah. Sedangkan di 2018 ini ditargetkan sebanyak 175 ribu rumah dan untuk 2019 sedang tahap perencanaan untuk 125 ribu rumah.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PROYEK 35.000 MW
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018