DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 13.813.894.338 (20 AGUSTUS 2018)

Saat RUPST, PGN Ajukan Izin Prinsip Akuisisi Pertagas

Annisa ayu artanti - 26 April 2018 08:29 wib
Ilustrasi (Foto Antara/Saiful Bahri)
Ilustrasi (Foto Antara/Saiful Bahri)

Jakarta: PT Perusahan Gas Negara (PGN) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akan meminta izin prinsip kepada pemegang saham. Adapun izin tersebut mengenai rencana akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari implementasi holding migas.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan rencana integrasi dengan Pertagas ini harus dibicarakan kepada pemegang saham agar mereka tidak kaget. Integrasi antara PGN dan Pertagas diharapkan dapat mengoptimalisasikan aset-aset di sektor gas.

"Sebenarnya RUPS Tahunan, tapi kita selipkan dengan memberi tahu kepada minoritas bahwa kita minta izin prinsip. Kita akan ambil Pertagas. Biar mereka enggak kaget," kata Jobi, ditemui di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

Jobi menekankan pada RUPST yang akan digelar di Hotel Four Seasons bukan untuk menentukan mekanisme akuisisi Pertagas seperti apa dan nilai akuisisi tersebut berapa. Karena, sampai saat ini nilai dari akuisisi masih dihitung oleh tim konsultan.

"Sedangkan nilainya masih dikaji oleh konsultan," ucap Jobi.

Selain itu, Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Pertagas dan PGN juga dikaji oleh konsultan untuk melihat proyek-proyek yang selama ini banyak tumpang tinding. Jobi mengatakan proyek-proyek itu mau dirinci lagi.  Lebih lanjut, dalam proses akuisisi Pertagas ini, PGN telah menyiapkan pendanaan dari internal perseroan dan pinjaman perbankan.

Jika konsultan mengeluarkan nilai akuisisi Pertagas dengan angka yang tidak terlalu besar, pendanaan cukup dengan dana internal perusahaan. Namun jika angkanya besar, Jobi memastikan, banyak perbankan yang bersedia memberikan pinjaman.  

"(Perbankan) Yang sudah stand by yang percaya PGN pasti ada. Yang komit meminjamkan banyak," sebut Jobi.

Setelah mendapat izin pemegang saham, Jobi menuturkan, PGN menginginkan proses akuisisi ini bisa berjalan secepatnya. Sebab, pemegang saham pasti menunggu kelanjutannya.

"Kita maunya secepatnya karena kalau tidak cepat investor atau pemegang saham juga menunggu tindak lanjutnya seperti apa. Karena ultimate dari holding selain sahamnya pemerintah dialihkan ke Pertamina, juga ujungnya berapa nilai Pertagas yang diakuisisi," pungkas Jobi.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERUSAHAAN GAS NEGARA (PGN)
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-08-2018