DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

25 Tahun jadi Bankir, Bos Inalum Akui Transaksi Divestasi Freeport Tersulit

Annisa ayu artanti - 05 Juni 2018 09:41 wib
Direktur Utama PT Inalum (Persero) holding, Budi Gunadi Sadikin. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Direktur Utama PT Inalum (Persero) holding, Budi Gunadi Sadikin. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Direktur Utama PT Inalum (Persero) holding, Budi Gunadi Sadikin mengakui transaksi divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi transaksi keuangan tersulit meskipun dirinya sudah 25 tahun menjadi seorang bankir.

Budi mengatakan transaksi dalam proses divestasi saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) sangat rumit karena di dalam tubuh perusahaan banyak perjanjian dengan beberapa pihak yakni pemerintah dan investor, Rio Tinto.

"(Divestasi saham Freeport Indonesia) Deal tidak gampang, complicated. Salah satu tersulit dari 25 tahun saya berkarier di bank," kata Budi di Graha CIMB, Senin malam, 5 Juni 2018.

Selain itu, ia juga menyebutkan, dalam divestasi ini jumlah transaksi yang dilakukan sangat besar. Tetapi, ia memastikan komitmen pendanaan dari konsorsium perbankan sudah diperoleh dan sudah ada.

Sehingga menurutnya ada progres kemajuan yang cukup signifikan dari proses divestasi dengan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.

"Milestone beberapa minggu terakhir sudah cukup signifikan," ungkap dia.




Seperti diketahui, saat ini Indonesia memiliki saham 9,36 persen di Freeport Indonesia. Freeport Indonesia wajib melepas saham kepada negara sebesar 51 persen. Sehingga ia harus melepas saham sekitar 41,64 persen lainnya kepada pemerintah dalam hal ini dilakukan oleh holding BUMN pertambangan Inalum.

Adapun rincian saham yang ada di dalam tubuh Freeport Indonesia saat ini terdiri dari saham Freeport McMoran sebesar 81,28 persen, PT Indocopper Investama (perusahaan berbadan hukum Indonesia yang 100 persen dimiliki) sebesar 9,36 persen dan saham pemerintah Indonesia sebesar 9,36 persen. Serta hak partisipasi Rio Tinto sebesar 40 persen.

Pemerintah dan Freeport Indonesia telah sepakat untuk mengonversi hak partisipasi Rio Tinto sebesar 40 persen. Jika sudah terkonversi menjadi saham maka seluruh saham yang ada dalam Freeport Indonesia akan terdelusi dengan susunan saham Rio Tinto sebesar 40 persen, Freeport McMoran sekitar 48,76 persen, PT Indocopper Investama sebesar 5,6 persen dan Indonesia 5,6 persen.

Setelah berubah menjadi saham, rencananya pemerintah akan membeli seluruh saham Rio Tinto, saham PT Indocopper Investama, dan sebagian saham Freeport McMoran.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FREEPORT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018