DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Menteri Jonan: Energi Terbarukan Harus Terjangkau Masyarakat

Dian Ihsan Siregar - 14 Maret 2018 17:38 wib
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Medcom/Eko Nordiansyah.
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Medcom/Eko Nordiansyah.

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengharapkan pemanfaatan sumber energi terbarukan di sektor tenaga listrik bisa lebih terjangkau supaya masyarakat bisa menikmati litrik dari energi terbarukan dengan biaya yang relatif murah.

"Isu yang kami hadapi adalah kami berusaha menyediakan energi terbarukan namun yang terjangkau bagi masyarakat," ungkap Jonan, ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Jonan mengatakan pemerintah bukannya tidak mau menggunakan energi terbarukan, tapi pemerintah masih mencari cara bagaimana caranya energi tersebut bisa dinikmati masyarakat dengan harga murah. "Itu sangat penting," ujar dia.

Memang ada rasa keberatan dari pengusaha energi terbarukan, namun demikian hal itu tak akan berpengaruh. Hal itu pun tidak akan berdampak besar pada target pemerintah dalam mengerek porsi energi terbarukan dari pasokan energi.

"Kami berkomitmen untuk bisa mendapat 23 persen energi yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) pada 2025. Ini sebagian besar datang pada sektor pembangkit energi," tutur dia.

Sebelumnya, Jonan telah menandatangani Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Regulasi tersebut menetapkan batas atas harga jual listrik energi terbarukan dari pengembang ke PLN.

Di Indonesia, penggunaan energi baru terbarukan baru mencapai 12 persen, dari target pemerintah yang sebesar 22,5 persen pada 2025. Besaran target listrik dari PLTA pada 2026 mencapai 6.290 megawatt (mw), sedangkan dari panas bumi mencapai 12.342 mw.

"Kita akan berusaha bauran energi terbarukan22 persen pada 2025, ini sekarang sudah 11-12 persen kita akan coba semaksimal mungkin," ujar Jonan.

Pengembangan energi terbarukan, kata Jonan sesuai dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi polusi dan menekan penggunaan energi fosil. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2017 di mana Perusahaan Listrik Negara (PLN) diwajibkan menyerap produksi listrik dari pembangkit sumber energi terbarukan.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ENERGI TERBARUKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018