Tidak Ada Perubahan Direksi Usai Holding Migas Terbentuk

Annisa ayu artanti - 29 Januari 2018 15:32 wib
Illustrasi. ANT/Putro.
Illustrasi. ANT/Putro.

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah akan ada perubahan kursi direksi ketika holding BUMN migas terbentuk.

"Tidak ada, tidak berubah," kata Deputi Bidang usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno saat ditemui di Komplek Parlementer, Senayan, Senin, 29 Januari 2018.

Ketika dikonfirmasi bahwa Sofyan Basir, Direktur Utama PT PLN (Persero) dikabarkan menjadi direktur utama holding BUMN Migas, Harry menegaskan ketika holding itu terbentuk induk usahanya adalah PT Pertamina (Persero) dan yang akan menjadi direktur utamanya adalah Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik.

"Ya Dirut Pertamina lah," ucap dia singkat.

Di sisi lain, Harry juga menambahkan, Peraturan Pemerintah mengenai holding BUMN migas tinggal menunggu tanda tangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Saat ini Presiden sedang sering keluar negeri, sehingga PP tersebut belum juga diteken.

"Nanti Presiden datang semoga langsung ditanda tangan," pungkas dia.

Sebelumnya, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PGN (Persero) Tbk pekan lalu bisa saja batal jika dalam 60 hari kedepan PP holding BUMN belum ditandatangani Presiden.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, hasil RUPSLB pada hari ini hanya berlaku hingga 60 hari mendatang. Apabila dalam 60 hari PP Holding belum ditandatangani maka hasil RUPSLB hari ini batal demi hukum.

"Intinya, pembentukan holding migas baru akan terealisasi jika PP holding terbit," tutup Rachmat.





(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HOLDING MIGAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 20-02-2018