Jaga Kehandalan Listrik di Madura, PLN Bangun Kabel Bawah Tanah Rp300 Miliar

Ade Hapsari Lestarini - 13 September 2017 16:53 wib
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) atau kabel listrik bawah tanah 150 kiloVolt (kV). Pembangunan ini untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di Pulau Madura sekaligus menjaga kehandalan listrik.

Kabel listrik yang membentang sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) ini dari Kedinding, Surabaya hingga tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura yang selanjutnya terhubung dengan jaringan transmisi 150 kV sebanyak 35 tower menuju ke Gardu Induk (GI) Bangkalan, Madura.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meresmikan dimulainya pekerjaan pembangunan kabel bawah tanah yang bertempat di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, dekat gerbang tol Suramadu sisi Madura pada hari ini.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Timur  Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan proyek kabel bawah tanah yang dibangun terdiri dari dua sirkit yakni sirkit 3 dan 4, senilai Rp300 miliar dan diharapkan selesai pada Juni 2018.

"Kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 megawatt (mw) yang dipasok oleh kabel bawah tanah sirkit 1 & 2 dengan kemampuan sebesar 200 mw," jelas dia dalam siaran persnya, Rabu 13 September 2017.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga kehandalan sistem di pulau Madura, pembangunan sirkit 3 & 4 menjadi salah satu solusi di samping rencana PLN membangun pembangkit di Madura.

Selain proyek kabel bawah tanah, pada kesempatan yang sama juga diresmikan beroperasinya Gardu Induk (GI) yang tersebar di Jawa Timur yakni GI Altaprima, GI Bambe, GIS Gunungsari, GI Jatigedong, GI Kraksaan, GI Gilitimur, dan GI Karangpilang.

"Proyek kabel bawah tanah dan Gardu Induk tersebar di Jawa Timur ini adalah bagian program 35 ribu mw yang sudah dicanangkan pemerintah pusat sebagai bentuk kerja nyata jajaran PLN untuk menerangi negeri," tambah Djoko.

Djoko berharap dengan ketersediaan listrik yang cukup maka diharapkan dapat menarik minat para investor untuk membuka industri di Pulau Madura sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Madura.

"Selain itu juga untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Madura yang saat ini masih rendah yaitu 66 persen dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar ±91 persen," papar Djoko.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan masih ada kesenjangan antar kecamatan dan kelurahan, desa dan kota, juga pulau dan daratan.

"Data statistik menunjukkan, kemiskinan di pulau madura masih tinggi. Listrik ini akan mempercepat perbaikan kesejahteraan masyarakat madura," jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengamini bahwa pada dasarnya listrik di jatim masih sangat cukup. "Tetapi, pasokan ke madura masih sangat terbatas. Maka pembangunan SKTT ini penting untuk memperkuat keandalan," pungkasnya.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PLN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017