Usulan Asumsi Makro Kementerian ESDM di RAPBN 2018

Ade Hapsari Lestarini - 08 September 2017 11:37 wib
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dengan Komisi VII DPR RI.

Pemerintah melalui Menteri ESDM Ignasius Jonan meyampaikan usulan angka asumsi makro di sektor ESDM mencakup harga minyak Indonesia (ICP), lifting migas, volume BBM bersubsidi dan elpiji 3 kilogram (kg), subsidi tetap minyak solar, serta subsidi listrik.

"Kami usulkan harga ICP, lifting minyak bumi atau volume lifting minyak bumi, dan volume lifting gas bumi. Usulan yang kami sampaikan ini, dalam prosesnya, kami sudah mengadakan pertemuan secara bertahap dengan 10 KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) terbesar, SKK Migas dan juga semua stakeholder terkait lainnya," ujar Jonan, seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Jumat 8 September 2017.

Jonan mengungkapkan, harga rata-rata ICP pada RAPBN 2018 sesuai dengan nota keuangan diasumsikan sebesar USD48 per barel. Januari sampai Agustus (2017) rata-rata harga minyak mentah Indonesia sebesar USD48,36 per barel.

Sementara lifting migas, berdasarkan kemampuan KKKS dan situasi harga minyak saat ini, pada nota keuangan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ditargetkan sebesar 2 juta barel oil equivalent per hari dengan rincian lifting minyak sebesar 800 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1,2 juta barel setara minyak per hari.

"Pemerintah pada intinya akan terus mendorong agar SKK Migas juga bisa berperan aktif untuk dua hal sekurangnya yaitu satu, meningkatkan lifting migas dan kedua efisiensi biaya cost recovery," tegas Jonan.

Selain itu, mengenai penentuan asumsi terkait subsidi energi, ada empat poin yang diusulkan. Pertama volume BBM bersubsidi, volume elpiji 3 kg, subsidi tetap minyak solar, dan subsidi listrik.

Terkait volume BBM bersubsidi, dengan pertimbangan realisasi penjualan BBM Bersubsidi sampai 31 Agustus 2017 sebesar 9,8 juta kiloliter (kl), maka volume BBM bersubsidi yang diusulkan Pemerintah untuk RAPBN 2018 sebesar 16,77 juta kl.

Sedangkan realisasi volume elpiji 3 kg hingga 31 Agustus 2017 sebesar 4,167 juta ton. Dengan memperhatikan hal tersebut maka untuk RAPBN 2018 diusulkan sebesar 6,385 juta ton. Sedangkan, subsidi tetap minyak solar diusulkan sebesar Rp500 per liter dan subsidi listrik sebesar Rp52,24 triliun.

"Saat ini Pemerintah melanjutkan pemberian subsidi listrik kepada pelanggan yang kurang mampu. Bagi pelanggan daya 900 VA setelah dilakukan pendataan dengan data kemiskinan dari TNP2K itu kita tetap memberikan subsidi bagi sekitar 6,5 juta pelanggan. Sedangkan pelanggan 450 VA tetap kita berikan subsidi semuanya," pungkas Jonan.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMENTERIAN ESDM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017