DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

KLHK Terbitkan Sanksi soal Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Annisa ayu artanti - 16 April 2018 16:06 wib
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerbitkan sanksi berupa sanksi administratif kepada PT Pertamina (Persero) atas insiden tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang terjadi pada 31 Maret 2018 lalu.

Menteri KLHK Siti Nurbaya mengatakan sanksi administratif itu berupa kewajiban mengkaji ulang tentang risiko lingkungan dan audit lingkungan pada keamanan pipa penyaluran minyak, kilang minyak, dan sarana pendukung.

"Kementerian LHK menerbitkan sanksi administrasi kepada Pertamina RU V Balikpapan untuk melakukan kajian risiko lingkungan dan audit lingkungan," kata Siti dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Berdasar hasil temuan KLKH, lanjut Siti, terdapat lima poin yang diabaikan oleh Pertamina RU V Balikpapan. Pertamina RU V Balikpapan tidak mencantumkan dampak pentingnya alur pelayaran pada pipa dan perawatan pipa.

Pertamina RU V Balikpapan juga tidak melakukan inspeksi pipa rutin. Inspeksi hanya dilakukan untuk kepentingan sertifikasi. Lalu, Pertamina RU V Balikpapan juga tidak memiliki sistem pemantauan pipa otomatis serta tidak memiliki sistem peringatan dini.

Siti juga meminta Pertamina RU V Balikpapan untuk melanjutkan kegiatan penanggulangan tumpahan minyak dan pemulihan lingkungan akibat kebocoran pipa minyak.

"Kementerian LHK telah meminta Pertamina untuk membantu pengobatan bagi masyarakat yang terdampak, terutama yang dekat dengan kejadian," ucap dia.

Di sisi lain, untuk menentukan pihak mana yang benar-benar menjadi penyebab kebocoran pipa yang mengakibatkan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan itu, Kementerian LHK akan melakukan penyelidikan lebih mendalam lagi.

"Melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan faktor penyebab patahnya pipa guna menentukan pihak/subjek hukum  yang bertanggung jawab dalam kasus pencemaran lingkungan," pungkas dia.

Seperti diketahui, tumpahan minyak mentah terjadi pada Sabtu, 31 Maret 2018 diperkirakan pada pukul 01.20 WITA akibat patahnya pipa penyalur dasar laut uang mengalirkan minyak mentah dari Single Point Mooring (SPM) dan Terminal Lawe-Lawe menuju Crude Destination Unit IV (CDU-IV) PT Pertamina (Persero) RU V Balikpapan.

Berdasarkan data side scan sonar dari Pertamina RU V Balikpapan dengan patahan pipa diakibatkan oleh benturan jangkar kapal dan atau sebab lainnya. KLHK akan mendalami lebih lanjut penyebab patahan pipa dengan menggunakan peralatan lainnya.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTAMINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018