Izin Ekspor Freeport Habis di Februari

Suci Sedya Utami - 09 Januari 2019 23:28 wib
Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan izin ekspor PT Freeport Indonesia (PTFI) akan berakhir bulan depan. Sebab surat persetujuan ekspor (SPE) dari Kementerian Perdagangan berlaku hingga 15 Februari 2019 dengan kuota 1.663.916 wet ton. 

Namun demikian Direktur Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan rekomendasi ekspor lanjutan belum diberikan pihaknya. Sebab, hingga saat ini masih ada sisa ekspor yang belum diselesaikan.

"PTFI habis di Februari tapi masih ada sisa yang belum diselesaikan," kata Yunus di Ditjen Minerba, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Januari 2019.

Yunus menjelaskan rekomendasi SPE lanjutan nantinya akan diberikan dengan mempertimbangkan cadangan, rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB yabg diajukan serta kapasitas produksi smelter yang nantinya diverifikasi.

"Kemudian setelah dipertimbangkan dan mereka lakukan permohonan nanti disesuaikan dengan yang dijanjikan masing-masing perusahaan. Apabila sudah 90 persen dari kemajuan yang dijanjikan akan disetujui lakukan ekspor," ucap dia. 

Hingga kini progres pembangunan smelter Freeport masih dalam tahap penentuan lokasi. Dalam laporan terakhir, smelter yang direncanakan berkapasitas dua juta ton ini akan dibangun di Gresik, Jawa Timur dengan nilai investasi USD miliar. 

Progres terakhir, pembangunan smelter mencapai 5,18 persen dari target pada Agustus 2018. Jika progresnya tidak sesuai, maka Freeport akan dikenakan bea ekspor keluar 7,5 persen karena progres pembangunan masih di bawah 30 persen.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FREEPORT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-01-2019