Izin Ekspor Freeport Sebesar 1.113.105 WMT

Annisa ayu artanti - 17 Februari 2017 20:18 wib
Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberi rekomendasi izin ekspor konsentrat kepada PT Freeport Indonesia (PT FI) sebanyak 1.113.105 Wet Metric Ton (WMT).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan pemberian rekomendasi izin ekspor konsentrat untuk Freeport diberikan karena mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 tahun 2017 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1/M-DAG/PER/1/2017 Tahun 2017. Serta komitmen Freeport untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri.

Freeport sudah berkomitmen membangun smelter di Gresik Jawa Timur. Atas dasar itu, melalui Surat Persetujuan Nomor 352/30/DJB/2017, volume ekspor konsentrat tembaga tersebut diberikan.

"Sudah (diberikan rekomendasi ekspor). Volume ekspor sebesar 1.113.105 WMT," kata Bambang Gatot saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Jumat 17 Februari 2017.

Pemerintah akan mengevaluasi kemajuan pembangunan fisik fasilitas pengolahan dan pemurnian pada periode waktu yang dibutuhkan atau paling sedikit enam bulan sekali yang diverifikasi oleh verifikator independen. Apabila progres pembangunan enam bulanan tidak sesuai dengan komitmen, maka rekomendasi ekspor dapat dicabut.

Pemberian izin ekspor ini berlaku satu tahun yakni sejak 17 Februari 2017 hingga 16 Februari 2018. Sementara itu, terkait bea keluar yang menjadi tanggungan Freeport, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2017 jika pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian masih di bawah 30 persen wajib membayar bea keluar 7,5 persen. Sampai saat ini, kemajuan pembangunan smelter di Gresik baru 14 persen.

"(Bea keluar) sesuai PMK," tegas dia.

Lalu, ketika ditanyai terkait dengan perubahan status Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang masih blunder, Bambang menegaskan, status IUPK Freeport sudah berlaku sejak pemerintah menyetujui.

"Ya sudah on loh," pungkas dia.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FREEPORT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-04-2017