DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Setelah Holding Migas Terbentuk, Bagaimana Nasib Pertagas-PGN?

Annisa ayu artanti - 12 Maret 2018 20:45 wib
Direktur SDM Pertamina Nicke Widyawati.
Direktur SDM Pertamina Nicke Widyawati.

Jakarta: PT Pertamina (Persero) belum menentukan nasib anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas) meskipun sudah menargetkan terbentuknya holding BUMN migas pada Maret 2018 ini.

Padahal saat holding itu terbentuk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) resmi masuk ke dalam Pertamina dan berdasarkan rencana awal PGN akan digabungkan dengan Pertagas.

Direktur SDM Pertamina Nicke Widyawati mengatakan saat PGN masuk ke dalam Pertamina nanti yang akan didahulukan adalah integrasi di subholding gas bersama Pertagas. PGN dan Pertagas akan melakukan integrasi di sisi operasi, niaga, dan investasi.

"Integrasi pertama adalah integrasi operasi, integrasi niaga sama integrasi investasi. Yang penting kan itu. Kita harus kaji dulu dari semua sisi," kata Nicke di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Nicke menuturkan, integrasi itu dilakukan untuk memaksimalkan aset yang ada, seperti proyek dan investasi. Tujuan holding supaya  tidak ada proyek dan investasi yang tumpang tindih.

"Kalau misalnya mau khusus untuk project, itu barengan, jangan head to head. Mau investasi, coba dilihat, jangan ada yang investasinya sama. Begitu. Supaya lebih optimal kan asetnya," imbuh Nicke.

Nicke juga tidak membeberkan mengenai skema integrasi apa yang akan dilakukan oleh dua perusahaan gas itu. Ia hanya menegaskan, ketika PGN masuk ke dalam Pertamina harus sudah bisa berintegrasi dengan Pertagas. Dia tidak menyebut apakah akan digabung atau dileburkan.

"Tapi yang penting sekarang, sebelum itu terjadi pun secara formalnya, ketika PGN masuk, ya sudah harus bersama-sama dengan Pertagas, dan mulai integrasi niaga, integrasi operasi, integrasi investasi. Begitu saja," pungkas dia.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HOLDING MIGAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018