Papua Juga Terima Dividen Freeport

- 13 Januari 2018 11:59 wib
Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jayapura: Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan Provinsi Papua juga menerima dividen selain kepemilikan saham sebesar 10 persen atas PT Freeport Indonesia.

"Selain saham Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika akan menerima dividen yang dibagi setiap tahun dari perusahaan tambang emas tersebut sebesar enam persen dari 10 persen," katanya dalam siaran persnya kepada Antara di Jayapura, Sabtu, 13 Januari 2018.

Menurut Eltinus, sebenarnya dividen tahunan yang diterima dari Freeport sebanyak 10 persen. Namun, dibagi sebesar empat persen untuk pemerintah pusat, sementara enam persen untuk Provinsi Papua.

Adapun dari enam persen itu, dibagi lagi satu persen untuk provinsi, 2,5 persen untuk 27 kabupaten, dan sisanya untuk Kabupaten Mimika.

Dijelaskan pula bahwa 10 persen saham yang kini dikuasai Papua, tiga persennya akan dikelola pemerintah provinsi, sementara tujuh persen sisanya dikelola Pemkab Mimika, tiga persen di antaranya akan dibagi ke 27 kabupaten.

Sebanyak tiga persen lagi, kata dia, akan diserahkan kepada masyarakat pemilik hak ulayat, sedangkan satu persen sisanya menjadi saham tetap.

"Sisa satu persen, pihaknya tidak mau mengambil semua. Intinya, jangan sampai kosong saham di Freeport," jelasnya.

Sebanyak 10 persen saham yang akan diberikan ke Papua, dikelola bersama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang nantinya dibentuk bersama dengan pemerintah provinsi.

Dengan demikian, akan diatur sedemikian rupa agar semua pihak yang nantinya duduk sebagai direksi maupun lainnya pada BUMD itu benar-benar berkompeten serta mampu mengemban tugas besar mengelola dana hasil tambang.

"Selanjutnya, dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat di atas negeri ini," pungkasnya.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FREEPORT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-04-2018