Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.626.772.093 (16 JULI 2018)

Jangkar Kapal Penyebab Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan

Annisa ayu artanti - 17 April 2018 07:14 wib
Tumpahan Minyak di Balikpapan. Dok:ANT.
Tumpahan Minyak di Balikpapan. Dok:ANT.

Jakarta: Melorotnya jangkar milik kapal pengangkut batu bara diduga menjadi penyebab patahan pipa penyalur dasar laut uang mengalirkan minyak mentah dari Single Point Mooring (SPM) dan Terminal Lawe-Lawe menuju Crude Destination Unit IV (CDU-IV) PT Pertamina (Persero) RU V Balikpapan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo mengatakan ada miskomunikasi antara nakhoda dan penjaga jangkar sehingga jangkar menghantam pipa tersebut.

"Ada miskomunikasi nakhoda sama penjaga jangkar. Jadi jangkar melorot," kata Agus di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Berdasarkan data kronologis patahan pipa yang diperoleh Medcom.id, kapal MV. EVER JUDGER pengangkut batu bara tiba di Pelabuhan Balikpapan pada Kamis 29 Maret 2018 pukul 02.00 WITA dini hari dan bersandar di Dermaga PT Dermaga Perkasapratama pada pukul 05.55 WITA.

Setelah loading batu bara mulai pukul 06.35 sampai dengan 12.20 WITA muatan kapal tersebut menjadi 74.808 Metrik Ton. Kemudian keagenan kapal PT PENASCOP MARITIM INDONESIA Cabang Balikpapan, mengajukan permohonan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk 30 Maret 2018.

SPB pun diterbitkan oleh Kantor KSOP Kelas I Balikpapan pada Jumat, 30 Maret 2018 pukul 12.47 WITA. Lalu pada Jumat, 30 Maret 2018 Pandu naik ke atas Kapal (On Board) sekitar Pukul 20.30 WITA.

Kapal MV. EVER JUDGER berangkat dari Dermaga Pelabuhan pukul 21.08 WITA dengan draft 13,86 meter dan pada Pukul 21,00 WITA kedalaman air 12,87 meter. Saran pandu sambil menunggu air pasang tertinggi, MV. EVER JUDGER berlabuh dengan jangkar diantara kapal. Pukul 22.30 WITA, pandu turun dari kapal.

Kemudian, pada Sabtu, 31 Maret 2018, sekitar pukul 06.00 WITA telah terjadi tumpahan minyak di area pelabuhan Balikpapan dimana sumber belum diketahui. Petugas Kapal Patroli KPLP pun mulai melakukan penyisiran serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan PT Pertamina. Mereka menghimbau kepada seluruh kapal yang keluar-masuk Pelabuhan Balikpapan agar berhati-hati.

Lalu, sekitar Pukul 10.45 WITA terjadi kebakaran di Perairan Teluk Balikpapan. Sekitar Pukul 11.25 WITA, api menyambar buritan Kapal MV. EVER JUDGER tersebut.

Yang menjadi pertanyaan mengapa hanya Pertamina yang diberi sanksi atas insiden ini? 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menilai dalam kondisi ini Pertamina lalai dengan beberapa poin mengenai keberadaan pipa bawah laut. Sehingga perlu diberikan sanksi administratif.

"Tapi kan Pertamina ketahuan sistemnya lemah juga bakal kena sanksi, kalau jangkar tanya ke polda, kalau kita di lingkungan berlapis-lapis ada sanksi administratif, perdata, dan pidana," kata Siti.

"Jadi kalau sistemnya baik maka tidak perlu tujuh jam tidak perlu sampai kebakar, kalau sistemnya otomatis ketika terjadi perubahan bunyi atau apa sehingga bisa ditangani itu," pungkas dia.



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTAMINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 17-07-2018