Lewat Jargas, Pemerintah Pangkas Impor LPG

Media Indonesia - 13 Agustus 2017 17:04 wib
Jaringan Gas. ANT/Wahyu Putro.
Jaringan Gas. ANT/Wahyu Putro.

Metrotvnews.com, Jakarta: Proyek pembangunan jaringan gas bumi (jargas) dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setiap tahun untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi. Pada 2017, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan jaringan gas kota sebanyak 59.809 SR di 10 kabupaten/kota.

"Pembangunan jargas ini salah satunya adalah untuk mengurangi biaya penggunaan tabung elpiji, bisa lebih hemat separuhnya," ujar Menteri Jonan saat meninjau rumah warga calon pelanggan jargas di Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Minggu 13 Agustus 2017.

Ia menjelaskan ketika penggunaan elpiji turun dengan program jargas ke masyarakat maka jumlah impor elpiji juga dapat ditekan. Sejauh ini pemerintah mendatangkan elpiji sampai 4,5 juta ton.

"Maka impor bisa kurang dengan jargas karena gas langsung (dimanfaatkan untuk) domestik," jelas Jonan.

Infrastruktur jargas rumah tangga di Kota Mojokerto tersebut mendapatkan alokasi gas dari Husky Cnooc Madura Ltd sebesar 0, 25 MMSCFD. Jargas Kota Mojokerto ini ada penugasan Pemerintah kepada PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) (Persero) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2017.

Pembangunan infrastruktur jargas Kota Mojokerto diperuntukkan bagi 5.000 SR dengan nilai kontrak sebesar Rp49,5 miliar. Wilayah sambungan jargas Kota Mojokerto meliputi Kecamatan Kauman (502 SR), Mentikan (607 SR), Prajurit Kulon (1.265 SR), Surodinawan (1.522 SR) dan Miji (1.104 SR).

Sementara itu, infrastruktur jargas di Kabupaten Mojokerto telah mendapatkan alokasi gas dari Kangean Energy Indonesia sebesar 0,25 MMSCFD. Jargas di Kabupaten Mojokerto merupakan penugasan Pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) melalui APBN TA 2017, yang didedikasikan untuk 5.101 SR di Kecamatan Ngoro, dengan nilai kontrak sebesar Rp37,8 miliar.

Jargas di Kota dan Kabupaten Mojokerto dengan nilai kontrak total sebesar Rp87,3 miliar ini akan menyusul Surabaya dan Sidoarjo yang sebagian warganya telah memanfaatkan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.

baca : Menteri ESDM: Jargas untuk Kurangi Ketergantungan Fosil

Kementerian ESDM bersama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga untuk wilayah Mojokerto, Jawa Timur sebanyak 5.000 sambungan. Proyek ini diharapkan selesai pada akhir tahun 2017.

"Hari ini proyek Jargas untuk rumah tangga sebanyak 5.000 sambungan di Kota Mojokerto telah dimulai, nantinya ibu-ibu sudah bisa menikmati masak pakai gas bumi yang hemat ini tahun ini juga," katanya.

Kementerian ESDM, akan terus memperluas jaringan gas bumi, tahun lalu telah dioperasikan jaringan gas bumi di Surabaya sebanyak 24.000 sambungan, Tarakan 21.000 sambungan dan Batam 4.000 sambungan.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim menambahkan, selaku BUMN di sektor gas bumi, PGN siap melaksanakan penugasan yang diamanatkan pemerintah. PGN akan terus mendukung program konversi energi dari bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.

"Saat ini PGN telah membangun dan mengelola lebih dari 7.270 km pipa gas bumi atau setara 80 persen  infrastruktur pipa gas bumi Indonesia," katanya

Saat ini untuk wilayah Jawa Timur, PGN telah melayani 27.170 pelanggan rumah tangga, 209 pelanggan komersial, dan 475 pelanggan industri.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG JARINGAN GAS BUMI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017