DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.121.521.604 (20 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Inalum Beli Mayoritas Saham Freeport, Dari Mana Dananya?

Suci Sedya Utami - 12 Juli 2018 19:26 wib
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama CEO Freeport McMoran Richard Akerson. (FOTO: ANTARA/Wahyu Putro)
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama CEO Freeport McMoran Richard Akerson. (FOTO: ANTARA/Wahyu Putro)

Jakarta: PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero) diamanatkan oleh pemerintah mengambil alih divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Untuk menyerap saham mayoritas tersebut Inalum harus mengeluarkan kocek sebesar USD3,85 miliar. Lantas dari mana dana tersebut berasal?

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan dana untuk membeli saham berasal dari kantong pribadi perseroan serta pinjaman dari sindikasi perbankan.

"Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi," kata Budi di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juli 2018.

Namun Budi belum mau membicarakan lebih lanjut mengenai detail bank dan berapa yang dikeluarkan masing-masing bank.

Sementara itu untuk keuangan perseroan Budi mengatakan Inalum beserta anggota holding tambang memiliki kas sekitar USD1,5 miliar yang bisa digunakan untuk transaksi divestasi.

"Komposisi pendanaan masih didiskusikan. Tapi posisi kas Inalum (holding) sendiri kan mendekati USD1,5 miliar," tutur dia.

Lebih jauh mantan Dirut Bank Mandiri ini menargetkan akan menyelesaikan transaksi divestasi pada Agustus.

Sebagai informasi pada 2017 Inalum membukukan pendapatan sebesar USD3,5 miliar dengan laba bersih konsolidasi mencapai USD508 juta.

Holding industri pertambangan Inalum juga tercatat memiliki sumber daya dan cadangan nikel sebesar 739 juta ton, tima 1,1 juta ton, batu bara 11,5 miliar juta ton, emas 1,6 juta toz (troy ounce), dan perak 16,2 juta toz.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FREEPORT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA ENERGI
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-11-2018